
LombokPost - Bisnis layanan kesehatan di Kota Mataram menunjukkan tren pertumbuhan yang positif.
Tingginya minat investasi di sektor ini tecermin dari terus bertambahnya jumlah rumah sakit, klinik, hingga apotek setiap tahunnya. Tren ini sekaligus menjawab meningkatnya kebutuhan masyarakat akan pelayanan medis yang berkualitas.
Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Mataram Emirald Isfihan, mengungkapkan Kota Mataram memiliki daya tarik dan potensi yang sangat besar bagi para pelaku usaha di bidang kesehatan.
“Investasi sektor kesehatan Kota Mataram cukup luar biasa. Potensinya terus tumbuh sehingga banyak pelaku usaha melihat peluang membuka layanan kesehatan,” kata Emirald.
Baca Juga: Dikes Kota Mataram Temukan 6 Kasus Positif Kanker Serviks hingga Juni
Berdasarkan data terbaru dari Dikes, saat ini kota ini telah memiliki 16 rumah sakit, 97 klinik, 159 apotek.
Menurut Emirald, pertumbuhan yang masif ini tidak hanya memperluas alternatif pilihan bagi masyarakat yang membutuhkan pengobatan, tetapi juga memicu kompetisi yang sehat antar-fasilitas kesehatan (faskes) untuk saling meningkatkan mutu pelayanan.
“Dengan ada banyaknya faskes ini harus maksimal operasionalnya. Dengan itu kita mulai dari proses perizinannya,” ucapnya.
Meski menyambut baik iklim investasi tersebut, Dikes menegaskan tidak akan lengah dalam hal pengawasan. Pengetatan ini mendesak dilakukan menyusul adanya perubahan regulasi terkait izin operasional faskes dari pemerintah pusat.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




