Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Penonton MotoGP Suka Last Minute Booking

C
Penulis: Chia❯
Perhelatan MotoGP di Mandalika yang meberi dampak okupansi pada hotel di Mataram.
Perhelatan MotoGP di Mandalika yang meberi dampak okupansi pada hotel di Mataram.

Advertisement

 

LombokPost- Kerap diterpa isu miring soal harga gila-gilaan hingga desas-desus bakal menjadi gelaran gelaran MotoGP terakhir di Mandalika, pengusaha hotel di Kota Mataram justru memilih bersikap santai. Asosiasi Hotel Mataram (AHM) mencatat pergeseran unik perilaku penonton MotoGP 2026 yang semakin hobi mengamankan kamar di menit-menit terakhir atau last minute booking. 

“Trennya sekarang makin mepet. Rata-rata bookingan baru masuk kurang dari seminggu. Bahkan untuk pemesanan yang benar-benar definitif atau confirm range-nya makin pendek di H-3 sampai H-2,” kata Sekretaris Asosiasi Hotel Mataram (AHM) Rega Fajar Firdaus.  

Advertisement

Rega mengungkapkan, pola pemesanan kamar hotel menjelang ajang balap dunia ini mengalami perubahan drastis dalam beberapa tahun terakhir. Jika dulu reservasi sudah penuh dari jauh hari, sekarang calon penonton baru aktif mencari kamar di hitungan hari sebelum race.

“Okupansi biasanya baru melonjak tajam 80 hingga 100 persen saat hari kualifikasi dan race day,” ujarnya.

Advertisement

Fenomena wait and see ini juga tak lepas dari sempat beredarnya spekulasi ajang MotoGP 2026 akan menjadi tahun pamungkas gelaran balap motor nomor satu dunia tersebut di NTB. Namun, Rega meluruskan narasi kabar burung itu. Berdasarkan informasi resmi MGPA, kontrak kerja sama Dorna Sports dan ITDC dipastikan telah resmi diperpanjang hingga 2029 di bawah jaminan Danantara.

Di tengah belum masifnya gema promosi resmi, pihak hotel di Mataram pun memilih bersikap pasif dan tak mau gegabah menaikkan harga. Rega menegaskan, seluruh hotel anggota AHM tetap mematuhi regulasi dengan membatasi penyesuaian tarif maksimal dua kali lipat dari harga publik.

Ia sekaligus meluruskan tudingan, hotel menjadi penyebab utama mahalnya biaya menonton MotoGP di Lombok. Menurutnya, melonjaknya harga di pasar kerap bersumber dari markup paket yang dibuat oleh para broker atau biro perjalanan.

“Agen biasanya membuat paket komplit yang menggabungkan kamar, tiket nonton, hingga transportasi lokal. Tentu ada margin profit yang mereka ambil, belum lagi harga tiket pesawat yang ikut melonjak karena tingginya permintaan," jelasnya.

Sebelumnya, Ketua Asosiasi Hotel Mataram I Made Adiyasa mengatakan, kapasitas hotel di Kota Mataram mencukupi untuk menampung wisatawan yang datang menyaksikan MotoGP. Dari sekitar 8.000 kamar hotel yang tersedia di Kota Mataram, sekitar 3.000 kamar merupakan anggota Asosiasi Hotel Mataram dengan klasifikasi hotel bintang satu hingga bintang empat.

Advertisement
Editor : Prihadi Zoldic
Sumber : Liputan
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Rio SB Rajai Race 2 Subaru BRZ Super Series Seri Keempat Digelar setelah MotoGP 2026

Rio SB Rajai Race 2 Subaru BRZ Super Series Seri Keempat Digelar setelah MotoGP 2026

Pada balapan kedua kelas Subaru BRZ Super Series, pebalap Rio SB tampil menggelegar dan berhasil mengamankan podium tertinggi.

Potensi Pasar Motor Listrik Nasional Sekitar Rp 3 T

Potensi Pasar Motor Listrik Nasional Sekitar Rp 3 T

Molinas punya potensi pasar besar di Indonesia. Danantara siapkan pembiayaan murah dan tanpa uang muka untuk mendorong penjualan molis

Pemerintah Dorong Ekosistem Molinas, Potensi Pasar Motor Listrik Ditaksir Tembus Rp 3 Triliun

Pemerintah Dorong Ekosistem Molinas, Potensi Pasar Motor Listrik Ditaksir Tembus Rp 3 Triliun

Pemerintah luncurkan program Molinas dengan potensi pasar Rp 3 Triliun guna dorong transisi energi dan kemandirian otomotif nasional.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer