
LombokPost - Kenaikan pasokan minyak goreng rakyat atau Minyakita yang kini mencapai 30 dus per minggu di Kota Mataram diwarnai persoalan disparitas harga di tingkat pedagang eceran. Di mana Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram menegaskan komitmen pengawasan ketat terhadap Harga Eceran Tertinggi (HET) yang dipatok sebesar Rp 15.700 per liter. Berdasarkan temuan di lapangan, sejumlah pedagang eceran di luar jaringan mitra Bulog kedapatan menjual Minyakita dengan kisaran harga antara Rp 19 ribu per liter bahkan ke atas.
“Itu mankanya, penjual di rumah-rumah itu,” kata Kepala Bidang (Kabid) Bahan Pokok Penting (Bapokting) Disdag Kota Mataram Sri Wahyunida, kemarin (16/10).
Nida mengatakan, alokasi pasokan Minyakita untuk mitra Bulog di wilayahnya mengalami peningkatan signifikan dari sebelumnya hanya 20 dus kini bertambah menjadi 30 dus per minggu. Kendati pasokan dari distributor dan Bulog terpantau lancar dan melimpah di pasaran, pihaknya mendapati adanya keluhan dari masyarakat terkait harga jual di luar mitra resmi yang kerap melambung tinggi.
"Itu lho untuk di mitra, di semua mitra. Tetapi kan banyak pelaku usaha yang bukan mitra itu kan yang menjual di atas HET. Padahal seharusnya minyak kita itu memang harus Rp15.700," ujarnya.
Baca Juga: Tinjau Pasar Kebon Roek Sama Satgas, Dirut Bulog Waspadai Kenaikan Harga Ayam dan Evaluasi MinyaKita
Nida menjelaskan, tingginya harga di tingkat pedagang eceran tersebut umumnya disebabkan oleh rantai pasok yang berlapis. Sebagian pedagang kecil mengaku mengambil barang melalui sales atau distributor perantara non-resmi. Sehingga harga beli modal mereka sudah tinggi dan memaksa mereka menjual di atas ketentuan agar tidak merugi.
Pihaknya menyayangkan fenomena rantai distribusi ini karena tujuan utama program Pasar Rakyat dan stabilisasi harga dari pemerintah adalah mendekatkan komoditas pangan murah langsung kepada masyarakat. Khususnya warga yang bermukim jauh dari pasar tradisional.
“Bagaimana supaya masyarakat kita juga kita kan tujuan pasar rakyat ini mendekatkan dia dengan pasar jadi masyarakat kita yang tidak terjangkau di pasar mendapatkan minyak kita ini, dia bisa mendapatkan harga itu," tegasnya.
Disdag memastikan, harga Minyakita di seluruh jaringan mitra Bulog tetap stabil di angka Rp 15.700 per liter. Upaya pengawasan dan pemantauan berkala terus digencarkan bersama Perum Bulog untuk memastikan distribusi tepat sasaran serta meredam praktik spekulasi harga di tingkat pedagang eceran.
Salah seorang warga Sandubaya, Yati juga mengeluh sekaligus kaget saat membeli produk Minyakita. Ia membeli dengan harga Rp 25 ribu di salah satu toko di wilayah Babakan. Padahal di kemasan tersebut sudah tertulis HET dengan nominal Rp 15.700 per liter.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




