
LombokPost - Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram terus memacu kelanjutan pembangunan proyek strategis Kantor Wali Kota Mataram atau Bale Mentaram. Memasuki masa pengerjaan di bawah kendali PT Damai Indah Utama (DIU) dengan skema kontrak yang diteken pada awal Oktober lalu, progres fisik proyek bernilai miliaran rupiah ini ditargetkan mampu mencapai 27 persen hingga akhir Desember mendatang.
“Tiga bulan ini, sampai Desember itu kita gas sampai 27 persen,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram Lale Widiahning.
Lale mengatakan, pihaknya bersama pengawas dan tim terkait terus mengawal ketat progres di lapangan agar berjalan sesuai target waktu, mutu, dan sasaran yang telah ditetapkan. Pihaknya juga sudah melakukan Dengan simulasi pada bersama aparat penegak hukum, kepolisian, kejaksaan, dan OPD pengawas. Untuk mengejar target progres 27 persen pada akhir tahun ini, pihak pelaksana proyek bahkan menerapkan sistem kerja tiga shift dalam sehari semalam.
“Jadi shift pertama dari jam 7 sampai jam 3, jam 3 sampai jam 10, jam 10 sampai jam 3 lagi. Jadi dia sudah berhitung-hitung untuk mengejar itu,” jelasnya.
Baca Juga: Menang Tender Lagi, PT DIU Kembali Garap Lanjutan Proyek Bale Mentaram
Ia merincikan, bentuk fisik pengerjaan yang dikebut pada tahap ini meliputi pekerjaan spun pile (pancangan), pengecoran lantai dasar (basement), hingga struktur lantai satu di bagian belakang serta persiapan pengecoran struktur lantai dua. Pihaknya optimis target tersebut realistis tercapai karena pihak kontraktor dinilai memiliki komitmen penuh serta kesiapan dalam mengantisipasi berbagai risiko teknis di lapangan, termasuk potensi cuaca musim hujan di kemudian hari.
Meski pengerjaan tergolong padat, Lale memastikan, seluruh tahapan pengadaan proyek ini telah melalui proses konsultasi dan review yang matang. Termasuk melibatkan Inspektorat serta berkonsultasi dengan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP). Hal ini dilakukan untuk memastikan seluruh regulasi teknis maupun anggaran berjalan akuntabel dan transparan.
"Kata kuncinya adalah mereka berani menawar, mereka sudah tahu risiko, dan itu yang menguatkan kita untuk berkontrak. Harapan kita pengerjaannya berjalan lancar, tidak ada kendala berarti, serta selesai tepat waktu, mutu, dan sasaran," pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Bagian (Kabag) Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Setda Kota Mataram Lalu Muhammad Iqbal menjelaskan, proses tender lanjutan pembangunan Gedung Kantor Walikota Baru Lanjutan dengan nilai total HPS Rp 180.000.000.000 yang bersumber dari APBD Kota Mataram TA 2026, 2027, dan 2028 telah melalui tahapan evaluasi dan verifikasi dokumen secara transparan.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!



