
LombokPost - Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan pelayanan publik yang inklusif. Melalui Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Mataram, seluruh fasilitas kesehatan tingkat pertama di Kota Mataram sekarang dipastikan telah berbenah menjadi puskesmas yang ramah disabilitas.
“Kami sudah melakukan pelatihan untuk bahasa isyarat,” kata Kepala Dikes Kota Mataram Emirald Isfihan.
Emirald mengatakan, upaya menghadirkan layanan inklusif ini telah dirintis sejak tahun lalu. Melalui kerja sama strategis dengan pihak kejaksaan.
“Sejak tahun lalu kami sudah melakukan upaya ke arah situ,” ucapnya.
Langkah Dikes ini selaras dengan penekanan Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal. Orang nomor satu di NTB tersebut menargetkan seluruh rumah sakit dan layanan kesehatan milik pemerintah menyediakan petugas yang mampu berbahasa isyarat. Untuk meningkatkan akses pelayanan kesehatan bagi penyandang disabilitas.
Emirald menjelaskan, kemampuan bahasa isyarat para nakes saat ini sudah semakin maju (advanced). Dari total 11 puskesmas di Kota Mataram, seluruhnya telah dilatih untuk menguasai bahasa isyarat guna mempermudah komunikasi dengan pasien disabilitas.
"11 puskesmas di Kota Mataram sudah menguasai penggunaan bahasa isyarat. Tentu itu memudahkan komunikasi dengan pasien," terangnya.
Tak hanya fokus pada peningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM), Dikes juga melengkapi sarana dan prasarana fisik penunjang di setiap puskesmas. Fasilitas seperti jalur khusus kursi roda, ketersediaan kursi roda yang siap pakai, hingga toilet khusus ramah disabilitas kini menjadi prioritas utama dalam pembangunan maupun renovasi gedung baru. Selain itu, kesiapan pelayanan di garda terdepan juga menjadi perhatian utama.
“Setiap puskesmas kini telah menyiagakan dua hingga tiga tenaga khusus yang terlatih di bagian front office dan perawat untuk menyambut serta mendampingi pasien disabilitas,” tambahnya.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




