Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sembunyikan Eksploitasi di Balik Belas Kasihan

C
Penulis: Chia❯
ilustrasi
ilustrasi

Advertisement

LombokPost - Indikasi eksploitasi anak kian marak di sejumlah ruang publik dan pusat perbelanjaan di Kota Mataram. Anak-anak di bawah umur kerap terlihat menjajakan tisu, jajanan, hingga mengamen demi meraup keuntungan pihak tertentu, memicu atensi serius dari instansi terkait.

“Yang jelas-jelasnya kena tindak ini yang mengeksploitasi anak itu,” kata Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Mataram Muzakkir Walad. 

Muzakkir mengatakan, pihaknya bersama aparat penegak hukum akan menindak tegas pihak-pihak yang terbukti mengeksploitasi anak-anak untuk kepentingan komersial di jalanan. Menurutnya, penertiban tidak hanya menyasar anak-anak yang terjaring di lapangan, tetapi juga membongkar modus operandi di balik aksi tersebut.

Advertisement

“Daerah seperti Karang Jangkong dan Cemara itu banyak. Kemarin kita kumpulkan mereka-mereka yang melibatkan anak-anak, mengeksploitasi anak-anak jualan tisu dan segala macam, atau sengaja menggendong anak yang masih di bawah umur, balita, dengan dalih butuh belas kasihan,” jelasnya.

Muzakkir mengungkapkan, dari hasil penelusuran dan koordinasi bersama Satpol PP, ditemukan adanya kawasan tertentu di tengah kota, seperti kawasan Monjok Barat yang dijadikan tempat penampungan bagi kelompok tertentu. Di lokasi tersebut, terdapat lahan kosong yang sengaja dikondisikan untuk menampung para pengemis dan anak-anak jalanan yang dikoordinir oleh pihak tertentu.

Advertisement

“Itu ada lahan kosong yang memang untuk menampung mereka. Bahkan bagi mereka yang anjal atau gepeng baru-baru bergelut, itu support oleh oknum tertentu untuk memberikan contoh kepada pengguna jalan atau masyarakat yang lewat," tambahnya.

Dinsos mencatat jumlah warga di kawasan binaan tersebut mencapai lebih dari 10 orang. Pihaknya kini tengah mengintensifkan penertiban serta pendataan mendalam guna memastikan para koordinator atau pelaku di balik layar dapat segera ditertibkan secara hukum.

“Mereka dibuatkan bedengan-bedengan, untuk tempat tinggal,” jelasnya. 

Terpisah, Lurah Monjok Barat Budiawan mengatakan, dirinya belum mengetahui informasi tersebut. Dikarenakan dirinya baru menjabat di wilayah tersebut. 

“Baru serah terima jabatan ini, nanti kita turun cek,” singkatnya. (chi) 

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Mataram “Digempur” Badut

Mataram “Digempur” Badut

Badut jalanan di Mataram disorot karena keluhan warga, risiko lalu lintas, dan dugaan pengelolaan terstruktur yang ditelusuri Dinsos.

Perbaikan Sejumlah Kantor Lurah di Kota Mataram Terpaksa Ditunda

Perbaikan Sejumlah Kantor Lurah di Kota Mataram Terpaksa Ditunda

memastikan rencana renovasi dan perbaikan sejumlah kantor lurah yang kondisinya sudah mendesak terpaksa harus ditunda.

Belasan Miliar Dibutuhkan untuk Peremajaan Roda Tiga Pengngkut Sampah 

Belasan Miliar Dibutuhkan untuk Peremajaan Roda Tiga Pengngkut Sampah 

Sebanyak 325 armada roda tiga yang tersebar di seluruh lingkungan se-Kota Mataram dilaporkan semakin menua dan mendesak untuk diremajakan

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer