Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Manfaatkan Sampah Organik Tempah Dedoro, Distan Mataram Perluas Kebun Cabai Pagutan

Lalu Mohammad Zaenudin
Sekda Kota Mataram Lalu Alwan Basri dan Kepala Dinas Pertanian Kota Mataram Lalu Johari saat memetik cabai di BPP Pertanian, Kota Mataram, beberapa waktu lalu.
Sekda Kota Mataram Lalu Alwan Basri dan Kepala Dinas Pertanian Kota Mataram Lalu Johari saat memetik cabai di BPP Pertanian, Kota Mataram, beberapa waktu lalu. 

Advertisement

 

 

LombokPost – Dinas Pertanian (Distan) Kota Mataram memperluas areal tanam cabai di Pagutan dari 1.700 meter persegi menjadi 2.900 meter persegi. Ekspansi lahan seluas 1.200 meter persegi ini lmenjadi bagian dari upaya menjaga pasokan komoditas yang kerap memicu gejolak harga. 

Advertisement

Menariknya, pengembangan kebun cabai tersebut turut memanfaatkan lahan tidur dan pupuk kompos dari pengolahan sampah organik. Kepala Distan Kota Mataram Lalu Johari mengatakan, lahan tambahan yang berada di sekitar Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) sebelumnya belum dimanfaatkan secara produktif. 

“Areal yang kami kelola merupakan lahan tidur di sekitar BPP. Setelah digarap bersama kelompok cabai setempat, kawasan tersebut bisa dimanfaatkan menjadi kebun cabai,” ujarnya, Minggu (25/10).

Perluasan ini dilakukan setelah budidaya di lahan awal menunjukkan hasil yang dinilai memuaskan. Kelompok Cabai Harum Pagutan tercatat telah melakukan panen sebanyak 10 kali. Pada panen terakhir, hasil yang diperoleh mencapai sekitar dua kuintal cabai.

Advertisement

Capaian tersebut menjadi modal meningkatkan produksi melalui penambahan areal tanam. Saat ini, pengolahan lahan tambahan tengah dipersiapkan agar penanaman dapat dimulai pada awal November 2026.

“Hasil panen sejauh ini cukup memuaskan. Karena itu, kami berupaya memperluas areal tanam agar produksi cabai bisa terus ditingkatkan,” kata Johari.

Langkah ini memiliki relevansi dengan persoalan harga cabai di Kota Mataram yang beberapa kali mengalami lonjakan tajam. Pada Januari 2026, harga cabai rawit di sejumlah pasar tradisional sempat mencapai Rp 70 ribu per kilogram.

Bahkan, pada Februari 2026, harga cabai rawit merah di sejumlah titik dilaporkan melonjak hingga lebih dari Rp 100 ribu per kilogram. Kondisi tersebut menunjukkan betapa rentannya pengeluaran rumah tangga terhadap perubahan pasokan komoditas tersebut.

Advertisement
Editor : Lalu Mohammad Zaenudin
Sumber : Liputan Berita Lombok Post
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Murni Swadaya Tanpa Proyek! Wali Kota Mohan Puji Inovasi Dinas Pertanian Sulap Lahan Kosong BPP

Murni Swadaya Tanpa Proyek! Wali Kota Mohan Puji Inovasi Dinas Pertanian Sulap Lahan Kosong BPP

Dinas Pertanian Mataram sulap lahan BPP jadi kebun cabai non-budget untuk tekan inflasi & bantu bibit KWT.

Solusi Tanpa APBD, Dinas Pertanian Mataram Sulap Lahan 17 Are Jadi Kebun Cabai Percontohan

Solusi Tanpa APBD, Dinas Pertanian Mataram Sulap Lahan 17 Are Jadi Kebun Cabai Percontohan

Gandeng Champion Cabai Lotim tanpa APBD, Dispertan Mataram kembangkan kebun cabai 17 Are di BPP Pagutan sebagai percontohan.

Harga Cabai dan Daging Ayam Melandai, Apa Karena MBG Libur? 

Harga Cabai dan Daging Ayam Melandai, Apa Karena MBG Libur? 

Harga sejumlah komoditas bahan pokok (bapok) di pasar tradisional Kota Mataram mengalami penurunan signifikan dalam beberapa hari terakhir.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer