Manfaatkan Sampah Organik Tempah Dedoro, Distan Mataram Perluas Kebun Cabai Pagutan


LombokPost – Dinas Pertanian (Distan) Kota Mataram memperluas areal tanam cabai di Pagutan dari 1.700 meter persegi menjadi 2.900 meter persegi. Ekspansi lahan seluas 1.200 meter persegi ini lmenjadi bagian dari upaya menjaga pasokan komoditas yang kerap memicu gejolak harga.
Menariknya, pengembangan kebun cabai tersebut turut memanfaatkan lahan tidur dan pupuk kompos dari pengolahan sampah organik. Kepala Distan Kota Mataram Lalu Johari mengatakan, lahan tambahan yang berada di sekitar Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) sebelumnya belum dimanfaatkan secara produktif.
“Areal yang kami kelola merupakan lahan tidur di sekitar BPP. Setelah digarap bersama kelompok cabai setempat, kawasan tersebut bisa dimanfaatkan menjadi kebun cabai,” ujarnya, Minggu (25/10).
Perluasan ini dilakukan setelah budidaya di lahan awal menunjukkan hasil yang dinilai memuaskan. Kelompok Cabai Harum Pagutan tercatat telah melakukan panen sebanyak 10 kali. Pada panen terakhir, hasil yang diperoleh mencapai sekitar dua kuintal cabai.
Capaian tersebut menjadi modal meningkatkan produksi melalui penambahan areal tanam. Saat ini, pengolahan lahan tambahan tengah dipersiapkan agar penanaman dapat dimulai pada awal November 2026.
“Hasil panen sejauh ini cukup memuaskan. Karena itu, kami berupaya memperluas areal tanam agar produksi cabai bisa terus ditingkatkan,” kata Johari.
Langkah ini memiliki relevansi dengan persoalan harga cabai di Kota Mataram yang beberapa kali mengalami lonjakan tajam. Pada Januari 2026, harga cabai rawit di sejumlah pasar tradisional sempat mencapai Rp 70 ribu per kilogram.
Bahkan, pada Februari 2026, harga cabai rawit merah di sejumlah titik dilaporkan melonjak hingga lebih dari Rp 100 ribu per kilogram. Kondisi tersebut menunjukkan betapa rentannya pengeluaran rumah tangga terhadap perubahan pasokan komoditas tersebut.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




