
Mahkota Winner Puteri Remaja Indonesia NTB 2026 yang diraih Ni Putu Devika Sharisa Kalyani tidak sekadar menjadi simbol prestasi. Melainkan panggung bagi siswi SMAN 1 Mataram ini untuk mengampanyekan isu kesehatan mental dan pencegahan pernikahan anak di tingkat nasional.
SANCHIA VANEKA, Mataram
Dibalik senyum anggun dan kilau mahkota yang tersemat di kepalanya, tersimpan sebuah kegelisahan yang membakar semangat seorang gadis remaja. Ni Putu Devika Sharisa Kalyani, siswi kelas XII SMAN 1 Mataram yang baru saja dinobatkan sebagai Winner Puteri Remaja Indonesia NTB 2026, sama sekali tidak melihat kemenangannya ini sekadar sebagai ajang unjuk pesona semata.
Bagi Devika, panggung kompetisi kecantikan remaja adalah sebuah pengeras suara raksasa untuk menyuarakan keresahan sosial yang selama ini merayap di tanah kelahirannya. Dengan penuh percaya diri, ia bersiap melangkah ke kancah nasional untuk membawa nama harum NTB. Membawa serta misi kemanusiaan yang lahir dari kepedulian tulus seorang anak muda. Perjalanan panjang tersebut tentu tidak dilalui dalam waktu singkat.
“Awal mula mendaftar, saya melewati proses audisi dulu. Baru setelah itu lolos audisi dan saya menjadi pemenang juara satu Puteri Remaja Indonesia NTB di 2026 ini dan lanjut untuk ajang Puteri Remaja Indonesia 2026,” katanya.
Baca Juga: HUT RI ke-81 di SMAN 3 Mataram, Lomba Jadi Ajang Tanamkan Gotong Royong
Remaja berusia 17 tahun ini memilih untuk mendedikasikan seluruh advokasinya pada isu yang kerap dianggap tabu. Tapi sangat darurat di masyarakat. Yakni kesehatan mental remaja dan pernikahan anak.
Pilihan tema ini bukan tanpa alasan. Devika mengungkapkan keprihatinannya yang mendalam terhadap angka pernikahan anak di NTB yang sempat menyentuh angka 11 persen pada periode sebelumnya. Sebagai bagian dari generasi muda, ia merasakan betul bagaimana tekanan sosial, emosional, dan psikologis menghimpit anak-anak seusianya di era modern ini.
Baca Juga: Gol Pertama Omari Hutchinson, Bantu AC Milan Menang 2-0 atas Udinese, Semoga Jadi Awal Banyak Gol
“Perkawinan anak ini berdampak luar biasa terhadap kesehatan mental, belum lagi kesiapan finansial dan fisik yang belum matang,” ungkapnya.
Melalui advokasi bertajuk SAFE, yang merupakan akronim dari Support, Awareness, Facts, and Empower, Devika membawa misi untuk mengedukasi lingkungan sekitarnya. Program ini berfokus langsung kepada pentingnya menjaga kesehatan mental pada remaja serta mencegah bahaya pernikahan di usia dini.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




