Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dua Setengah Bulan di Ampenan, Wallace Lahirkan Garis Imajiner yang Mengubah Dunia

Prihadi Zoldic
Penulis: Prihadi Zoldic❯
Tugu Alfred R Wallace di anjungan Ex Pelabuhan Ampenan kini menjadi  ikon baru kota tua ampenan. Tugu ini dibangun oleh Pokdarwis Kota Toea bersama komunitas sejarah LHSS.
Tugu Alfred R Wallace di anjungan Ex Pelabuhan Ampenan kini menjadi ikon baru kota tua ampenan. Tugu ini dibangun oleh Pokdarwis Kota Toea bersama komunitas sejarah LHSS.

Advertisement

 

Alfred Russel Wallace menjejakkan kaki di Ampenan pada pertengahan Juni 1856. Naturalis asal Inggris itu membawa rasa penasaran yang besar dalam benaknya, sebuah pencarian ilmiah yang nantinya akan memisahkan dua dunia fauna di planet ini. 

WAHYU PRIHADI SAPUTRA, Mataram

Advertisement

 

Catatan sejarah menunjukkan, Alfred Russel Wallace menempuh perjalanan panjang selama 20 hari menggunakan kapal barque Kembang Djepoon dari Singapura. 

Selama pelayaran, ia mengamati burung-burung di Bali yang masih menunjukkan karakteristik fauna khas Jawa seperti jalak kebo dan pelatuk.

Advertisement

Namun, begitu ia menyeberangi selat sempit selebar 15 mil menuju Lombok, keheranan segera menyergap hatinya.

"Selama beberapa hari di Bali saya melihat burung khas Jawa. Menyeberang ke Lombok, terpisah selat kurang dari dua puluh mil, saya berharap bertemu burung yang sama, tetapi selama tiga bulan saya tidak pernah melihat satu pun," tulis Wallace dalam catatan klasiknya, The Malay Archipelago.

IKONIK: Seorang warga bersepeda di kawasan Kota Tua Ampenan, beberapa waktu lalu.
IKONIK: Seorang anak bermain di kawasan Kota Tua Ampenan, beberapa waktu lalu.

 

Ketidakhadiran spesies yang ia kenal di Jawa, Sumatra, atau Kalimantan menjadi teka-teki yang Alfred Russel Wallace pecahkan di rumah Mr Cater di Ampenan.

Advertisement
Editor : Prihadi Zoldic
Sumber : Lombok Post
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Jejak Sejarah Kampung Banjar, Membaca Masa Lalu di Sudut Lain Ampenan

Jejak Sejarah Kampung Banjar, Membaca Masa Lalu di Sudut Lain Ampenan

Namanya Kampung Banjar, tapi letaknya di Ampenan, Pulau Lombok, bukan di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, ini cerita singkatnya. 

Menggali Jejak Bandar Rempah Ampenan di Kampung Melayu, Simbol Rukun dan Harmoni di Pesisir Lombok

Menggali Jejak Bandar Rempah Ampenan di Kampung Melayu, Simbol Rukun dan Harmoni di Pesisir Lombok

Nama Ampenan berakar dari kata Sasak, amben, yang bermakna tempat singgah. Sebutan bersahaja itu merekam perjalanan panjang sebuah kawasan

Bukan BIZAM, Bukan Selaparang, Jejak Doa Haji Super Tua Ada di Lorong Waktu Pelabuhan Ampenan

Bukan BIZAM, Bukan Selaparang, Jejak Doa Haji Super Tua Ada di Lorong Waktu Pelabuhan Ampenan

Pukul 05.00 Wita, sapuan angin dingin masih memeluk bibir Pantai Ampenan yang lengang. Di bawah temaram fajar, seorang nelayan tampak membun

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer