Dia mengatakan, dari awal pembangunan tugu yang menghabiskan belasan miliar sudah menjadi atensi. Rencana awal monumen akan menjadi tempat tongkrongan baru bagi milenial dengan dibuat terowongan. Begitu juga dengan menara akan dipasangkan lift.
“Tapi sekarang monumen ini hanya sebatas ikon kedatangan pintu masuk Kota Mataram. Tidak lebih dari itu,” ucap politisi Gerindra ini.
Menurutnya, keberadaan monumen ini tentu menjadi pemikiran bersama. Sehingga bisa bermanfaat bagi masyarakat. Tidak hanya sebatas monumen untuk tanda kedatangan masuk Kota Mataram saja. Melainkan bisa dimaksimalkan dengan ada pembangunan di area tersebut yang bisa bermanfaat bagi masyarakat Kota Mataram.
Saat ini, penataan monumen kembali dianggarkan. Rachman mengatakan, perubahan wajah Kota Mataram jangan hanya dipermukaan saja. Banyak taman yang penataannya sudah bagus diubah. Dia menyarankan program pemkot tidak hanya sebatas wajah dari luar yang kelihatan saja.
“Banyak taman sudah bagus diubah. Harusnya program-program dimaksimalkan, misalnya untuk peningkatan SDM pegawai atau peningkatan kapasitas UMKM,” kata Rachman menyarankan. “Percuma jika wajah saja dipercantik, tapi dalamnya tidak bagus,” tukasnya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram Miftahurrahman dihubungi via telepon terkait rencana penataan kembali Monumen Mataram Metro apakah bisa bermanfaat untuk masyarakat belum diangkat. Melalui pesan singkat pun belum dibalas. (jay/r3) Editor : Administrator