Pembangunan teras udayana pembiayaannya dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Denny menargetkan, pada Juni sudah ada pemenang tender. Sehingga pertengahan Juni sudah mulai dikerjakan fisik bangunan.
Dia menuturkan, pembangunan ruang kreatif untuk memanfaatkan kawasan tersebut agar bisa menjadi lokasi yang dikelola optimal. Sekaligus menjadi pusat rekreasi dan edukasi bagi masyarakat. “Ruang kreasi akan kita lengkapi dengan gelanggang pertunjukkan seni budaya atau amfiteater,” ucapnya.
Dijelaskan, gedung kreasi akan dibangun diatas lahan 1 hektare. Selain membangun amfiteater, gedung ini juga akan dilengkapi dengan pentaan plaza, landskap, toilet, dan fasilitas penunjang lainnya. “Pertunjukkan kesenian atau budaya nanti bisa dilakukan di amfiteater untuk menarik kunjungan wisatawan,” ujar Denny.
Diutarakan, sebelum membangun amfiteater terlebih dahulu akan dilakukan pemindahan terhadap Tugu Batu Bumi Gora dan pahatan lukisan di sekelilingnya ke bagian depan. “Ini kita lakukan untuk mengingat sejarah penataan Tugu Taman Bumi Gora. Kita tidak ingin melupakan sejarah,” tandasnya.
Menurutnya, pembangunan gelanggang pertunjukkan seni di Taman Udayana dinilai strategis. Apalagi di kawasan tersebut sudah lama tidak tersentuh dan kini keberadaan ruang publik bisa maksimal dengan adanya gedung kreasi tersebut. “Untuk kegiatan di gedung ini akan kita jadwalkan agar tidak mengganggu siswa yang sedang belajar. Atau siswa pulang sekolah,”pungkasnya.
Kepala Badan Pengadaan Barang dan Jasa (BPBJ) Setda Kota Mataram Danang Cahyo Nugroho dikonfirmasi mengenai dokumen perencanaan pembangunan teras udayana apakah sudah masuk atau belum via telepon dan pesan singkat belum ada jawaban. (jay/r3)
Editor : Administrator