Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Kinerja Kukuh Rahardjo Majukan Bank NTB Syariah Diapresiasi Masyarakat

Halil E.D.C • Rabu, 10 Januari 2024 | 10:28 WIB

Ok//rur

 

H Kukuh Rahardjo
H Kukuh Rahardjo

Sejak dikonversi dari bank konvensional menjadi bank umum syariah (BUS)  pada 2018, Bank NTB Syariah terus tumbuh. Kini, bank milik daerah dan masyarakat NTB tersebut dikenal luas masyarakat Indonesia, khususnya di NTB.

---------------

KEMAJUAN yang terus dicapai Bank NTB Syariah tidak lepas dari manajemen yang diterapkan H Kukuh Rahardjo yang kini menjabat sebagai Direktur Utama Bank NTB Syariah. Kukuh Rahardjo mulai menjabat Dirut Bank NTB Syariah pada 21 Agustus 2018. Memulai karier di dunia perbankan sejak 1992 yakni di BNI. Kemudian, pada Juli 2011 berkarir di BNI Syariah hingga Meret 2017 sebagai direktur bisnis.

Sejak menjabat di Bank NTB Syariah, Kukuh Rahardjo mulai melakukan berbagai kebijakan agar Bank NTB Syariah terus berkembang. Berbagai kebijakan dan terobosan yang dilakukan terbukti membuahkan hasil.

Di antaranya meningkatnya nilai aset Bank NTB Syariah. Pada tahun 2018 yakni awal konversi menjadi BUS, nilai aset sekitar Rp 7,039 triliun, tahun 2019 menjadi sekitar Rp 8,640 triliun. Selanjutnya tahun 2020 menjadi Rp 10,420 triliun, tahun 2021 menjadi Rp 11,215 triliun, tahun 2022 naik menjadi Rp 13,002 triliun, dan hingga Agustus 2023 sudah menjadi Rp 13,803 triliun.

Selain itu, di era kepemimpinan Kukuh Rahardjo, dana pihak ketiga (DPK) berupa tabungan, deposito, dan giro terus meningkat. Pada 2018 sebesar Rp 4,921 triliun, tahun 2019 naik menjadi Rp 6,816 triliun. Tahun 2020 naik mejadi Rp 7,409 triliun, tahun 2021 menjadi Rp 8,143 triliun. Tahun 2022 menjadi Rp 9,780 triliun, dan pada Agustus 2023 menjadi Rp 10,574 triliun.

Pembiayaan atau kredit juga terus tumbuh. Di mana nilai pembiayaaan atau kredit pada 2018 sebesar Rp 4,869 triliun, tahun 2019 menjadi Rp 5,582 triliun. Tahun 2020 menjadi sebesar Rp 6,411 triliun, tahun 2021 menjadi Rp 7,407 triliun. Tahun 2022 menjadi Rp 8,725 triliun dan hingga Agustus 2023 mencapai Rp 9,559 triliun. 

Bank NTB Syariah juga tidak lagi menjadikan ASN sebagai nasabah utama. Namun telah berubah dan berkembang lebih variatif. Produk perbankan Bank NTB Syariah juga mulai berkembang dan menyasar pelaku UMKM, petani, kontraktor dan, masyarakat umum. Bahkan kini Bank NTB Syariah telah memiliki kantor cabang di Surabaya, Jawa Timur.

Selain itu, Kukuh Rahardjo juga membawa Bank NTB Syariah melakukan digitalisasi perbankan. Hadirnya m-banking Bank NTB Syariah memudahkan masyarakat untuk bertransaki non-tunai. Tidak ada bedanya dengan m-banking bank-bank besar himbara dan bank swasta lainnya.

Bahkan pada m-banking Bank NTB Syariah banyak fitur yang memudahkan masyarakat melakukan transaksi berbagai layanan yang disediakan seperti QRIS dan pembelian lainnya.

 

Diapresiasi Masyarakat

 

Kinerja Bank NTB Syariah yang terus meningkat mendapatkan apresiasi dari berbagai kalangan. Salah satunya Ketua Presidium Dewan Sasak Muda Bersatu (Desak Datu) Lalu Winengan.

Sebagai bentuk apresiasi dari masyarakat, Lalu Winengan berencana akan memberikan penghargaan atas kinerja Dirut Bank NTB Syariah Kukuh Rahardjo.

“Saya atas nama Ketua Presidium Dewan Sasak Muda Bersatu memberikan apresiasi kepada Dirut Bank NTB Syariah yang telah menorehkan prestasi. Sehingga Bank NTB Syariah terus maju dan berkembang,” kata Lalu Winengan.

Rencananya, penghargaan terhadap Kukuh Rahardjo akan diberikan pada acara kunjungan Wakil Presiden Ma’ruf Amin ke Provinsi NTB. “Saya sebagai anak Sasak akan memberi penghargaan kepada beliau (Kukuh Rahardjo). Penyampaian penghargaan ini insya Allah nanti akan saya berikan saat kedatangan wapres yang rencananya akan melakukan peletakan batu pertama Rumah Sakit Bagu di Puyung atau peletakan batu pertama Kantor MUI. Kegiatan dilakukan setelah pemilu supaya tidak ada tendensi politik,” ujarnya.

Menurut Lalu Winengan, masyarakat sudah bisa menyaksikan dan membuktikan keberhasilan dan kemajuan yang diraih Bank NTB Syariah selama kepemimpinan Kukuh Rahardjo. “Keberhasilan Dirut Bank NTB Syariah tidak bisa kita menafikan dan menutup mata,” tegasnya. 

Keberhasilan tersebut tentu menjadi bukti kalau Kukuh Rahardjo telah melakukan tugasnya sesuai aturan. Apalagi terus mendapat pengawasan ketat baik oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) maupun pengawas perbankan lainnya. “Zaman sekarang ada OJK, ada pengawas perbankan, tidak bisa orang tunjuk sembarangan sosok dirut,” katanya.

 

Raih Penghargaan

 

Sementara itu, kinerja Bank NTB Syariah dan Dirut Bank NTB Syariah Kukuh Rahardjo terbukti dengan sejumlah penghargaan.

Bank NTB Syariah mendapatkan penghargaan pada ajang TOP BUMD Awards 2020. Penghargaan tersebut sebagai bukti pencapaian kinerja yang ditunjukkan Bank NTB Syariah sejak awal tahun 2020.

Pada ajang tersebut, Bank NTB Syariah memperoleh tiga penghargaan sekaligus. Yakni TOP Pembina BUMD 2020 kepada Gubernur NTB DR H Zulkieflimansyah, TOP BUMD Awards 2020 kategori BPD, bintang 4 kepada Bank NTB Syariah, dan TOP CEO BUMD 2020 untuk Direktur Utama Bank NTB Syariah H Kukuh Rahardjo.

Top BUMD Award adalah satu-satunya kegiatan corporate rating (penilaian kinerja BUMD) terbesar serta paling kredibel, dan komprehensif di Indonesia. Penghargaan tersebut diberikan kepada BUMD-BUMD terbaik di Indonesia, atas prestasi, perbaikan, dan kontribusi BUMD terkait kinerja bisnis, layanan, dan kontribusi BUMD terhadap perekonomian daerah.

Pada 2021, Bank NTB Syariah meraih predikat Sangat Bagus dari Infobank pada acara Islamic Finance Summit 2021. Bank NTB Syariah memboyong dua penghargaan sekaligus dalam Top Digital Awards 2021 yang diselenggarakan Majalah It Works. Dalam awards tersebut, Bank NTB Syariah meraih Top Digital Implementation 2021, Level Stars 4, dan Top Leader on Digital Implementation 2021 bagi Direktur Utama Bank NTB Syariah Kukuh Rahardjo.

Bank NTB Syariah kembali menunjukkan konsistensi dalam menjaga kinerja positif dan meraih penghargaan The Best Performance Bank untuk kategori Bank Pembangunan Daerah (BPD) dengan aset lebih dari kurang dari Rp 15 triliun dalam gelaran Bisnis Indonesia Financial Award (BIFA) 2023.

Bank NTB Syariah juga meraih penghargaan The Financial Performance Bank in 2022 (KBMI 1) Asset IDR 10 Trillion kurang dari Rp 25 triliun pada 28th Infobank Award 2023.

“Keberhasilan Bank NTB Syariah dalam mendapatkan anugerah tersebut tidak lepas dari pencapaian kinerja yang berhasil ditorehkan oleh Bank NTB Syariah sepanjang tahun 2022,” kata Kukuh Rahardjo.

Kukuh Rahardjo juga kembali meraih anugerah Top 100 CEO 2023 dalam Forum Infobank Top 100 CEO & The Next Leaders 2023. Penghargaan tersebut sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras para CEO yang mampu sukses di sektor keuangan maupun Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Selain itu, Bank NTB Syariah juga meraih penghargaan pada ajang BPKH Banking Award 2023. Penghargaan diraih pada kategori Bank Fungsi Investasi Terbaik kategori BPD dan BPS BPIH Fungsi Penempatan Terbaik 2023 kategori aset kurang dari Rp 20 triliun. (lil)

Editor : Haliludin