Pengumuman pengusungan Iqbal-Dinda itu bersamaan dengan sepuluh nama bakal calon di sepuluh provinsi lainnya. Pengumuman itu disampaikan Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia di Kantor DPP Golkar, kemarin (8/8).
"Kita sudah tetapkan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur ditambah 278 bakal calon bupati dan wakil bupati, wali kota dan wakil wali kota," kata Doli.
Dia menegaskan, keputusan mengusung sepuluh pasangan tersebut sudah melalui pembahasan. Sehingga DPP akhirnya memutuskan mengusung nama-nama tersebut, termasuk Iqbal-Dinda. "Sudah kami simulasikan, sudah kami exercise, terus kemudian sudah kami rapatkan tadi malam bersama dengan Ketua Umum Pak Airlangga," terangnya.
Doli menyebutkan sejauh ini Golkar sudah menerbitkan 22 SK kepada cagub dan cawagub di Pilkada 2024. Sementara untuk calon bupati-calon wakil bupati maupun calon wali kota-calon wakil wali kota, sudah mengusung di 309 kabupaten/kota.
"Nanti kita tunggu lagi tanggal 18 Agustus, berarti ada sekitar 15 lagi, 15 lagi calon gubernur dan wakil gubernur dan sekitar 199 lagi calon bupati, wakil bupati, wali kota, dan wakil wali kota," ujarnya.
Terpisah, Ketua DPD Partai Golkar NTB Mohan bersyukur DPP akhirnya menentukan sikap dalam memberikan arah dukungannya di Pilgub NTB. Dia menegaskan, Golkar menerapkan prinsip kehat-hatian dalam mengambil keputusan politik. Ada beberapa variabel yang mendasari pengambilan keputusan tersebut
Mohan mengaku, variabel utama adalah perkembangan hasil survei. Seperti yang diketahui, Golkar telah melakukan survei terhadap tiga bakal calon. Di samping Iqbal-Dinda, Golkar juga melakukan penjajakan untuk melihat elektabilitas terhadap kadernya Suhaili FT dan Sekda NTB Lalu Gita Ariadi
"Tentang rekomendasi dukungan terhadap Pak Iqbal dan Bu Dinda yang diumumkan DPP, bisa dimaknai kepastian tentang arah dukungan Golkar pada kontestasi Pilgub NTB," kata Wali Kota Mataram itu.
Mohan menegaskan, seluruh kader akan patuh dan taat terhadap keputusan DPP. Pihaknya akan mengerahkan seluruh kekuatan untuk memenangkan pasangan Iqbal-Dinda. "Dan tentunya, prinsipnya kami sebagai pimpinan wilayah akan tegak lurus terhadap kebijakan DPP Partai Golkar. (bib/r2)
Editor : Redaksi Lombok Post