LombokPost - Ancaman perang dunia 3 tentunya menjadi hal yang ditakutkan oleh negara berkembang, termasuk daerah-daerahnya, seperti NTB.
NTB yang menjadi bagian kecil Indonesia tentunya juga akan merasakan dampak jika perang dunia 3 benar terjadi.
Rupanya bukan hanya NTB, tentunya berbagai daerah di Indonesia juga akan terdampak jika perang dunia 3 benar-benar terjadi.
Masyarakat Indonesia termasuk NTB juga harusnya mempersiapkan segala kebutuhan primer dan seunder dalam menghadapi krisis akibat perang dunia 3.
Karena perang dunia3 secara tidak langsung akan mepengaruhi berbagai hal termasuk perekonomian seluruh dunia.
Indonesia juga dikatakan akan memiliki nasib yang sama dengan beberapa negara lain jika perang dunia 3 terjadi.
Hal ini membuat banyak orang menanyakan posisi Indonesia apakah aman jika adanya perang dunia 3.
Banyak juga orang yang penasaran dengan negara mana saja yang aman dari perang dunia 3.
Kabar mengenai perang dunia 3 mulai mencuat setelah mencuatnya perang antara Iran dan Israel.
Amerika Serikat turut menentang Iran dengan melakukan serangan terhadap berbagai fasilitas nuklir di sana.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan Iran memiliki waktu maksimum dua minggu untuk menghindari serangan udara AS.
Akibat serangan ini, sejumlah negara kuat seperti Rusia hingga China pun terseret dalam isu perang dunia 3.
Pengamat kebijakan Hubungan Internasional dari Fisipol UGM Dafri Agussalim mengatakan bila AS ikut menyerang Iran, maka akan menimbulkan aksi reaksi.
Tidak berhenti disitu, Iran diprediksi juga akan mendapatkan bantuan dari negara sekutunya dalam menghadapi Amerika.
"Begitu Amerika misalnya terlibat di situ, maka akan ada negara-negara besar lain juga yang terlibat. Seperti misalnya Rusia, mungkin Turki, atau mungkin juga China, dan seterusnya. Dan itu sangat membahayakan," ujar Dafri
Bahkan beberapa negara Islam diduga akan memberikan bantuan dan bergerak untuk membela Iran.
"Kemungkinan negara-negara Islam bergerak mendukung Iran. Karena masalahnya ini bukan soal Iran semata, ini soal Palestina," katanya.
Di tengah meningkatnya ketidakpastian global, beberapa negara menonjol karena keunggulan geografis dan politik yang memungkinkan mereka menghindari dampak konflik berskala besar, termasuk potensi perang dunia.
Ciri khas negara-negara ini meliputi netralitas politik, lokasi geografis yang terpencil, dan sumber daya alam yang melimpah.
Faktor-faktor ini menjadikan mereka pilihan utama bagi individu yang mencari perlindungan dari ancaman konflik global.
Berikut adalah daftar negara yang dianggap paling aman untuk dihuni jika pecah perang, berdasarkan laporan dari timesofindia.indiatimes.com.
1. Antartika
Meskipun bukan sebuah negara, Antartika patut diperhitungkan karena posisinya yang sangat terpencil di belahan bumi selatan.
Lanskap esnya yang luas dan populasi yang minim menjadikannya target yang tidak mungkin dalam sebuah konflik.
Lingkungan ekstrem yang ada di Antartika secara alami akan melindungi dari gangguan dunia luar.
2. Fiji
Sebagai negara kepulauan di Samudra Pasifik, Fiji tentunya bisa menawarkan isolasi sempurna.
Dengan populasi yang relatif kecil, sumber daya alam yang kaya, dan kebijakan luar negeri yang damai, Fiji menyediakan tempat berlindung yang tenang di tengah gejolak global.
Adanya banyak hutan hijau dan lautnya yang sangat melimpah mendukung lingkungan yang damai.
3. Islandia
Negara ini secara konsisten menempati peringkat tinggi dalam Indeks Perdamaian Global.
Islandia mandiri dalam hal sumber daya, memiliki cadangan air tawar melimpah, energi terbarukan, dan perairan yang kaya ikan.
Kombinasi ini mengurangi ketergantungannya pada negara lain, menjadikannya lokasi perlindungan yang ideal.
4. Greenland
Meskipun negara induknya, Denmark, adalah anggota NATO, Greenland menikmati status otonomi yang memungkinkan mereka mempertahankan netralitas politik.
Lokasinya yang terpencil dari pusat konflik global, ditambah dengan wilayah pegunungan yang sulit dijangkau, menjadikan Greenland pilihan aman menghadapi potensi perang.
5. Selandia Baru
Dikenal dengan demokrasi yang stabil dan sejarah panjang tanpa konflik besar, Selandia Baru menawarkan tempat berlindung yang ideal.
Negara ini memiliki tanah subur, air bersih, dan kemampuan untuk memproduksi pangan secara mandiri, yang semuanya penting untuk bertahan dalam kekacauan global.
6. Bhutan
Berlokasi di Pegunungan Himalaya, Bhutan adalah negara kecil dengan kebijakan netralitas yang kuat.
Bhutan sengaja menghindari keterlibatan diplomatik yang dapat memicu konflik, membuatnya tidak menarik bagi agresor.
Lokasinya yang berada di tempat terpencil juga akan semakin menambah lapisan perlindungan dari negara luar.
7. Irlandia
Meskipun berbatasan dengan Inggris yang berpotensi terlibat dalam konflik besar, Irlandia tetap teguh pada kebijakan luar negerinya yang netral.
Irlandia bukan anggota NATO dan memerlukan persetujuan pemerintah serta PBB untuk terlibat dalam konflik, menjadikannya salah satu lokasi paling aman.
8. Swiss
Dikenal luas sebagai negara netral, Swiss memiliki sistem pertahanan yang sangat tangguh.
Dikelilingi oleh pegunungan dan dilengkapi bunker nuklir, negara ini siap menghadapi ancaman apa pun.
Lokasinya yang terkurung daratan semakin memperkuat posisinya sebagai tempat berlindung yang aman.
9. Indonesia
Indonesia masuk dalam daftar ini berkat kebijakan luar negeri bebas aktif yang dianutnya.
Sikap netralnya dalam berbagai isu internasional membuatnya kecil kemungkinan menjadi target konflik global.
Dengan kekayaan sumber daya alam dan luas wilayah yang besar, Indonesia memiliki potensi kuat untuk bertahan dalam kondisi darurat global.
10. Tuvalu
Sebagai negara yang kecil di Samudra Pasifik, rupanya Tuvalu juga terkenal karena keterpencilannya.
Populasinya yang kecil serta sumber daya yang terbatas menjadikannya kurang menarik sebagai target serangan.
Selain itu, negara ini memiliki kemampuan untuk hidup mandiri, menjadikannya salah satu lokasi paling aman.
Itulah beberapa negara yang aman dari dampak yang diakibatkan apabila perang dunia 3 terjadi.***
Editor : Fratama P.