AMMAN Cetak Sejarah: Melangkah Maju sebagai Produsen Tembaga dan Emas Terintegrasi Penuh
Marthadi• Kamis, 26 Maret 2026 | 13:39 WIB
AMMAN berhasil merealisasikan produksi emas murni pertama pada Juli 2025.
LombokPost – PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMAN) resmi menyandang status sebagai raksasa tambang terintegrasi penuh setelah sukses memproduksi emas murni dan katoda tembaga perdana pada 2025.
Meski berada di tahun transisi yang penuh tekanan operasional akibat peralihan ke penambangan Fase 8, "mesin uang" dari tambang Batu Hijau ini tetap perkasa dengan torehan penjualan bersih menembus USD 1.847 juta, di mana 70 persen kontribusinya diraup pada kuartal keempat seiring stabilnya operasi smelter.
Tonggak Sejarah Hilirisasi
Tahun 2025 menjadi catatan sejarah penting bagi industri pertambangan di Nusa Tenggara Barat (NTB).
Melalui anak usahanya, PT Amman Mineral Nusa Tenggara dan PT Amman Mineral Industri, AMMAN berhasil merealisasikan produksi perdana katoda tembaga pada Maret 2025, disusul produksi emas murni pertama pada Juli 2025.
Pencapaian ini mengukuhkan posisi AMMAN sebagai produsen tembaga dan emas terbesar kedua di Indonesia yang kini mengelola proses dari hulu hingga hilir secara mandiri.
Kinerja Keuangan Tetap Solid
Meskipun sempat menghadapi tantangan penghentian sementara operasional smelter untuk perbaikan pada Juli dan Agustus 2025, AMMAN tetap mencatatkan angka keuangan yang impresif. Perusahaan membukukan EBITDA sebesar USD 1.057 juta dengan margin 57 persen, serta laba bersih senilai USD 258 juta.
AMMAN berhasil merealisasikan produksi perdana katoda tembaga pada Maret 2025, disusul produksi emas murni pertama pada Juli 2025.
Direktur Utama AMMAN Arief Sidarto menjelaskan bahwa tahun 2025 adalah periode transisi krusial. "Kami berhasil menuntaskan transformasi menjadi produsen yang terintegrasi penuh. Meski ada tekanan operasional jangka pendek dari penambangan Fase 8 dengan kadar bijih lebih rendah, fundamental jangka panjang kami tetap sangat kuat," ungkapnya.
Operasional dan Izin Ekspor
Dari sisi penambangan, volume material yang ditambang mencapai 446.563 metrik ton kering konsentrat.
Menariknya, meskipun kadar bijih menurun, hasil produksi konsentrat dan emas AMMAN justru berhasil melampaui panduan kinerja setahun penuh masing-masing sebesar 4 persen dan 14 persen.
Kelincahan operasional ini juga didukung dengan perolehan izin ekspor konsentrat sementara pada akhir Oktober 2025 yang memberikan fleksibilitas tambahan bagi perusahaan.
Menatap 2026: Ekspansi Besar-besaran
Memasuki tahun 2026, AMMAN tidak mengerem ambisinya. Fokus utama perusahaan adalah menjaga stabilitas kinerja smelter dan mempercepat proyek ekspansi strategis.
Proyek-proyek raksasa seperti Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU), fasilitas regasifikasi LNG, hingga pengembangan Proyek Elang terus dikebut sesuai rencana untuk memperkuat daya saing biaya di pasar global.