Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Target Indonesia Masuk Empat Besar Produsen Keramik Global

R

Perajin keramik menyelesaikan pembuatan keramik di workshop Damdam Keramik Studio di Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan, Banten, Rabu (24/1/2021). (Dery Ridwansah/JawaPos.com)
Perajin keramik menyelesaikan pembuatan keramik di workshop Damdam Keramik Studio di Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan, Banten, Rabu (24/1/2021). (Dery Ridwansah/JawaPos.com)
LombokPost -- Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu kekuatan utama dalam industri keramik global. Saat ini, Indonesia menempati posisi lima besar produsen keramik dunia dengan kapasitas produksi yang mencapai 625 juta meter persegi per tahun.


Advertisement

Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil (IKFT) Kemenperin, Taufiek Bawazier, menyampaikan optimisme bahwa Indonesia mampu naik menjadi empat besar dunia dalam waktu dekat. Hal ini didukung oleh pertumbuhan industri keramik yang terus menunjukkan tren positif.

Berdasarkan data Kemenperin, pada kuartal II 2025, sektor semen, keramik, dan pengolahan bahan galian nonlogam tumbuh 10,07 persen (Year-on-Year/YoY), menjadikannya salah satu subsektor manufaktur nonmigas dengan kinerja terbaik.

Peningkatan investasi juga menjadi indikator kuat. Dalam periode 2020–2024, realisasi investasi di sektor ini mencapai Rp 20,3 triliun, dengan total nilai investasi kumulatif menyentuh Rp 224 triliun dan menyerap sekitar 40 ribu tenaga kerja.

Advertisement

Konsumsi Domestik Masih Rendah

"Prospek industri keramik nasional ke depan masih sangat menjanjikan. Peningkatan pembangunan infrastruktur, properti, dan konstruksi menjadi faktor pendorong utama," papar Taufiek.

Ia menambahkan, potensi pasar domestik masih sangat luas karena tingkat konsumsi keramik per kapita di Indonesia masih sekitar 2,2 meter persegi, lebih rendah dibandingkan Malaysia dan Thailand. "Artinya, ruang pertumbuhan pasar domestik masih sangat luas," tambahnya.

Advertisement

 

Di sisi lain, Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki) menyoroti lonjakan impor produk keramik dari sejumlah negara sepanjang 2025. Kenaikan signifikan itu diduga kuat menjadi indikasi praktik perdagangan tidak adil (unfair trade) dan transshipment produk asal Tiongkok untuk menghindari bea masuk anti-dumping (BMAD) dan safeguard yang berlaku.

Ketua Umum Asaki, Edy Suyanto, menjelaskan bahwa data terbaru menunjukkan impor produk keramik dari India meningkat 120 persen, Vietnam melonjak 130 persen, dan Malaysia naik hingga 170 persen hanya dalam kurun Januari–Juni 2025.

"Kondisi ini menjadi indikasi awal terjadinya praktik unfair trade dan transshipment produk dari Tiongkok," ujar Edy.

Asaki menilai kondisi ini memerlukan perhatian serius dari pemerintah, terutama dalam memperkuat instrumen pengawasan impor. "Ini harus menjadi pekerjaan rumah utama kita bersama, agar industri keramik nasional tidak dirugikan oleh praktik dagang curang dari luar negeri," tambahnya.

Advertisement
Editor : Redaksi Lombok Post
Sumber : Jawa Pos
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Menguji Fisik di Tengah Lanskap Eksotis Lombok Barat, Jejak Pelari di Pesisir Senggigi

Menguji Fisik di Tengah Lanskap Eksotis Lombok Barat, Jejak Pelari di Pesisir Senggigi

Lintasan lari di kawasan wisata andalan Lombok Barat ini memang menawarkan sensasi yang berbeda. Tidak hanya menyuguhkan keelokan lanskap.

BI NTB Bawa Tiga UMKM Kuliner Lokal Binaan Tembus Pasar Global Lewat ISEF 2026

BI NTB Bawa Tiga UMKM Kuliner Lokal Binaan Tembus Pasar Global Lewat ISEF 2026

Melalui Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026, BI NTB mendorong pelaku UMKM kuliner halal meningkatkan kualitas produk sekaligus ak

Desa Berdaya Jadi Jalan UMKM NTB Tembus Pasar Global

Desa Berdaya Jadi Jalan UMKM NTB Tembus Pasar Global

Program Desa Berdaya Desa Ekspor dinilai bisa menjadi pintu masuk bagi produk lokal untuk menembus pasar internasional, sekaligus membangun

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer