Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Usulkan Lima Strategi Tematik, Thomas Djiwandono Deputi Gubernur BI

L
Penulis: Lombok Post Online❯
Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI)
Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI)

LombokPost - Komisi XI DPR menetapkan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) pengganti Juda Agung yang mengundurkan diri.


Advertisement

Thomas dinilai sebagai figur yang dapat diterima seluruh partai politik (parpol) dan mampu menyinergikan kebijakan moneter dan fiskal.

Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun mengatakan, keputusan itu merupakan hasil pembahasan internal yang telah disetujui seluruh fraksi.

Selanjutnya, hasil keputusan akan dibawa ke rapat paripurna DPR untuk disahkan.

Advertisement

”Disepakati bahwa Deputi Gubernur Bank Indonesia pengganti Juda Agung adalah Thomas Djiwandono,” kata Misbakhun.

Pembahasan dan pendalaman terhadap calon Deputi Gubernur BI, kata Misbakhun, berlangsung lebih dari setengah jam.

Dalam proses tersebut, Komisi XI menilai Thomas sebagai figur yang dapat diterima oleh seluruh partai politik (parpol).

Advertisement

Pertimbangan utama adalah pemaparan Thomas yang dinilai komprehensif, khususnya terkait pentingnya membangun sinergi antara kebijakan moneter dan fiskal untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional.

”Thomas menjelaskan dengan sangat baik bagaimana perlunya membangun sinergi antara kebijakan moneter dan fiskal, sehingga dapat memberikan penguatan terhadap pertumbuhan ekonomi,” katanya.

Komisi XI juga menilai Thomas memiliki pandangan yang sejalan dengan kebutuhan saat ini, yakni membangun kelincahan (agility) dalam proses pengambilan keputusan kebijakan di tengah dinamika ekonomi global dan domestik.

”Menurut saya memang isu yang sedang kuat saat ini adalah bagaimana membangun sinergi yang saling menguatkan antara monetary policy dan fiscal policy,” tutur Misbakhun.

Sinergi Antarlembaga

Dalam presentasinya, Thomas menekankan pentingnya sinergi kebijakan fiskal dan moneter, termasuk koordinasi dengan otoritas sektor keuangan lainnya, guna mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan. Menurutnya, sinergi antarlembaga menjadi kata kunci dalam menghadapi tantangan ekonomi ke depan. ”Bagaimana sinergi fiskal, moneter, dan sektor keuangan, dapat membantu pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan,” kata Thomas.

Kinerja ekonomi Indonesia, kata dia, dinilai tetap tangguh. Pada kuartal III 2025, pertumbuhan ekonomi tercatat 5,04 persen dengan inflasi yang terkendali di level 2,9 persen, bahkan inflasi inti berada di kisaran 1,46 persen. Aktivitas manufaktur tetap ekspansif, sektor keuangan relatif resilien, neraca perdagangan mencatat surplus selama 67 bulan berturut-turut, serta cadangan devisa mendekati rekor tertinggi.

Thomas mengusulkan lima strategi tematik yang disebutnya sebagai ”strategi gerak”. Itu meliputi penguatan governance kebijakan yang kredibel, peningkatan efektivitas kebijakan, penguatan resiliensi sistem keuangan, akselerasi sinergi fiskal-moneter dan sektor keuangan, serta keberlanjutan transformasi keuangan.

Dia juga menyinggung pentingnya sinergi kebijakan dalam menciptakan likuiditas dan suku bunga yang kompetitif untuk mendorong ekspansi kredit, khususnya bagi dunia usaha dan UMKM. Transmisi kebijakan suku bunga membutuhkan waktu, sehingga perlu diimbangi dengan dukungan likuiditas dan koordinasi fiskal.

Selain itu, dia menggarisbawahi pentingnya pendalaman sektor keuangan, penguatan intermediasi, serta peningkatan inklusi keuangan sebagai bagian dari ketahanan sistem keuangan nasional. Menurutnya, konsep financial security perlu dibangun seiring upaya mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, inklusif, dan berkelanjutan. ”Saya merasa bahwa ini cukup diperlukan kalau kita mau bukan hanya tumbuh secara lebih cepat,  tapi tumbuhnya berkelanjutan,” terangnya. (mim/aph/JPG/r3)

Advertisement
Editor : Kimda Farida
Sumber : Lombok Post
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Defisit APBN Diproyeksikan Melebar, Kenaikan Belanja Negara Tertinggi dalam 15 Tahun Terakhir

Defisit APBN Diproyeksikan Melebar, Kenaikan Belanja Negara Tertinggi dalam 15 Tahun Terakhir

Utang Pemerintah Capai Rp 10.600 Triliun. Kenaikan belanja yang lebih cepat dibandingkan pendapatan membuat defisit APBN diproyeksikan lebar

Rupiah Sentuh Rp 18.000 Per Dolar As, Pemerintah Klaim Fundamental Tetap Solid

Rupiah Sentuh Rp 18.000 Per Dolar As, Pemerintah Klaim Fundamental Tetap Solid

Nilai tukar rupiah kembali berada di bawah tekanan. Perdagangan Jumat (10/7), mata uang Garuda sempat menyentuh level psikologis Rp18.000.

DHE SDA Masuk Himbara, Pasokan Dolar Kian Tebal: Penguatan Rupiah Belum Cerminkan Kondisi Pasar Global

DHE SDA Masuk Himbara, Pasokan Dolar Kian Tebal: Penguatan Rupiah Belum Cerminkan Kondisi Pasar Global

Suplai Valas Bertambah, Nilai Tukar Rupiah Berpeluang Lebih Stabil. Menkeu Purbaya : Bank Mandiri, BRI, dan BNI Siap Jadi Penampung Utama.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer