Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pemerintah Jamin BBM Aman, Siapkan Mitigasi Jika Krisis Memburuk

L
Penulis: Lombok Post Online❯

 


Advertisement

Bahlil Lahadalia
Bahlil Lahadalia
 

LombokPost - PENUTUPAN Selat Hormuz serta keterlibatan negara-negara pemasok energi utama dalam konflik Timur Tengah bakal berdampak langsung terhadap pasokan dan harga bahan bakar minyak (BBM) maupun liquefied petroleum gas (LPG) di dalam negeri.

Direktur Eksekutif ReforMiner Institute Komaidi Notonegoro mengatakan, risiko gangguan energi semakin nyata mengingat posisi Indonesia sebagai net importer minyak dan masih bergantung besar pada impor LPG.

Advertisement

“Iya, ada kemungkinan krisis energi yang membayangi sebetulnya,” ujarnya kepada Jawa Pos Selasa (3/3).

Menurut Komaidi, struktur impor LPG Indonesia sangat rentan terhadap dinamika geopolitik saat ini. Dari total kebutuhan sekitar 9 juta metrik ton per tahun, produksi domestik hanya mampu memenuhi sekitar 1,8 juta metrik ton. Artinya, lebih dari 7 juta metrik ton harus dipenuhi dari luar negeri.

Sumber impor tersebut pun terkonsentrasi di wilayah yang kini terdampak konflik. Sekitar 54 persen LPG Indonesia berasal dari Amerika Serikat, sementara sisanya dipasok dari kawasan Timur Tengah.

Advertisement

Komaidi mengingatkan, pemerintah perlu menyiapkan skenario mitigasi apabila terjadi hambatan pasokan. Ketersediaan energi untuk kebutuhan rumah tangga, menurut dia, tidak bisa ditunda atau dinegosiasikan.

Selain LPG, ancaman yang lebih luas datang dari potensi terganggunya distribusi minyak global akibat penutupan Selat Hormuz.

Garda Revolusi Iran sudah menegaskan larangan melintasi perairan penghubung Teluk Persia dengan Laut Arab itu. Yang nekat melintas bakal diserang.

“Selat Hormuz itu kan dilewati paling tidak 35–40 persen produksi minyak dunia yang dijual di pasar global,” urai Komaidi.

Dia menjelaskan, jika kapal-kapal pengangkut minyak tidak dapat melintas karena alasan keamanan, otomatis pasokan global akan terganggu. Dalam kondisi permintaan yang relatif tetap, gangguan suplai hampir pasti mendorong kenaikan harga.

Di Atas 20 Hari

Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan ketersediaan BBM nasional dalam kondisi aman di tengah memanasnya situasi geopolitik di Timur Tengah. “Cadangan BBM saat ini masih berada di atas 20 hari kebutuhan,” kata Bahlil.

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul kekhawatiran dampak penutupan Selat Hormuz oleh Iran yang berpotensi mengganggu pasokan minyak global. Pemerintah, menurut Bahlil, tengah menghitung risiko serta menyiapkan langkah antisipasi atas kemungkinan lonjakan harga maupun hambatan distribusi energi.

Dia menegaskan, pemerintah tidak tinggal diam menghadapi perkembangan tersebut. Laporan terkait kondisi geopolitik dan dampaknya terhadap sektor energi akan segera disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto.

"Karena ini kita antisipasi tentang pasokan minyak dunia, karena bagaimanapun kita masih melakukan impor 1 juta barel per day," tegas Bahlil. 

Advertisement
Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : Lombok Post
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Revisi UU Energi, DPD RI Dorong Keadilan Bagi Daerah Penghasil

Revisi UU Energi, DPD RI Dorong Keadilan Bagi Daerah Penghasil

Anggota DPD RI asal NTB Evi Apita Maya menyorot sejumlah hal dalam pembahasan revisi Undang-Undang (UU) Nomor 30 Tahun 2007 tentang Energi.

Pertamina Sukses Jaga Pasokan Energi Selama MotoGP Mandalika   

Pertamina Sukses Jaga Pasokan Energi Selama MotoGP Mandalika  

Pertamina Patra Niaga berhasil memenuhi kebutuhan energi selama tiga hari event MotoGP Mandalika, termasuk sebelum dan sesudah pagelaran yan

Pertamina Pastikan Energi Berkualitas untuk MotoGP Mandalika 2026, Pasokan NTB Ditambah 30 Persen

Pertamina Pastikan Energi Berkualitas untuk MotoGP Mandalika 2026, Pasokan NTB Ditambah 30 Persen

Pertamina memperkuat dukungan terhadap gelaran Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit (PMIC), L

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer