Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Hadiri Panen Raya, Petani Optimistis Program Swasembada Pangan Presiden Prabowo Sukses

N
Penulis: Nurul Hidayati❯
Panen Raya Jagung Bersama Presiden Prabowo, Petani Optimistis Swasembada Pangan Tercapai (IST)
Panen Raya Jagung Bersama Presiden Prabowo, Petani Optimistis Swasembada Pangan Tercapai (IST)

Advertisement

LombokPost - Kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto dalam agenda panen raya jagung serentak kuartal II di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Sabtu (16/5), menumbuhkan optimisme besar di kalangan masyarakat perdesaan.

Kehadiran Kepala Negara dinilai membawa angin segar sekaligus harapan baru bagi peningkatan kesejahteraan petani lokal, termasuk para petani hutan.

Momen bersejarah ini disambut antusias oleh para penggarap lahan yang menilai kebijakan pemerintah saat ini mulai berpihak pada pemenuhan kebutuhan dasar sektor pertanian di tingkat tapak.

“Baru kali ini wilayah kami dikunjungi oleh Presiden, kami sangat semangat dan senang. Sekarang juga sudah banyak perubahan, terutama masalah pupuk yang dulu sangat sulit dan harus antre, sekarang harganya diturunkan oleh Pak Prabowo dan pelayanannya lebih mudah,” ujar Ketua Kelompok Tani (Poktan) Ngudi Makmur, Tasmuri.

Harga Jual Menguntungkan, Petani Minta Solusi Irigasi

Advertisement

Selain kemudahan akses pupuk, para petani di Tuban kini bisa bernapas lega lantaran harga jual jagung di pasaran mengalami perbaikan yang cukup signifikan.

Saat ini, harga jagung di tingkat petani pascapandemi mampu menembus angka Rp6.200 per kilogram, melonjak drastis dibanding periode sebelumnya yang hanya tertahan di kisaran Rp3.800 hingga Rp4.000 per kilogram.

Kenaikan ini dinilai sangat membantu petani dalam menutup tingginya biaya produksi.

Meski demikian, tantangan di sektor hulu masih membayangi. Poktan Ngudi Makmur yang mengelola lahan seluas 631,7 hektare dengan 750 petani penggarap tersebut sangat mengharapkan bantuan pemerintah untuk pengadaan sumur bor dan sistem irigasi modern.

Pasalnya, karakteristik lahan pertanian di wilayah mereka masih sangat bergantung pada tadah hujan, sehingga memiliki risiko gagal panen yang tinggi pada musim tanam kedua.

Advertisement
Editor : Redaksi Lombok Post Online
Sumber : BPMI Setpres
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Presiden Prabowo Target Salurkan Kredit Rakyat Rp 400 Triliun, Gubernur NTB Hadiri Rakornas TPAKD

Presiden Prabowo Target Salurkan Kredit Rakyat Rp 400 Triliun, Gubernur NTB Hadiri Rakornas TPAKD

Presiden Prabowo dorong akses keuangan daerah dan targetkan kredit rakyat Rp400 triliun untuk petani, nelayan, UMKM hingga ojol.

Presiden Prabowo Bidik Kredit Rakyat Rp400 Triliun pada 2027, Daya Beli Keluarga Jadi Sasaran

Presiden Prabowo Bidik Kredit Rakyat Rp400 Triliun pada 2027, Daya Beli Keluarga Jadi Sasaran

Prabowo bidik kredit rakyat Rp400 triliun pada 2027 untuk petani, nelayan, UMKM, serta daya beli keluarga di berbagai daerah Indonesia.

Tindak Lanjuti Instruksi Presiden, Wali Kota Mohan Perketat Pengawasan MBG

Tindak Lanjuti Instruksi Presiden, Wali Kota Mohan Perketat Pengawasan MBG

Wali Kota Mataram Mohan Roliskana menegaskan komitmen penuh Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram untuk mengawal ketat pelaksanaan program MBG

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer