Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Format Baru Pendaftaran Beasiswa LPDP Juga Dipastikan Aman, Beasiswa dan Riset Tak Tersentuh Efisiensi

Lombok Post Online • Senin, 11 Agustus 2025 | 14:45 WIB

 

Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post
 

LombokPost – Pemerintah kembali mengetatkan ikat pinggang anggaran lewat kebijakan efisiensi jilid dua.

Namun, publik tak perlu khawatir—dana untuk beasiswa dan riset tetap aman di tengah pemangkasan anggaran kementerian dan lembaga.

Kebijakan efisiensi ini ditegaskan melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 56 Tahun 2025 tentang Tata Cara Pelaksanaan Efisiensi Belanja dalam APBN. Setidaknya, ada 15 pos belanja barang dan modal yang terdampak.

Tapi Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) memastikan, beasiswa dan riset tetap jadi prioritas.

Kepala Divisi Hukum dan Komunikasi LPDP, Mohammad Lukmanul Hakim menegaskan bahwa kebijakan efisiensi tak banyak berpengaruh terhadap program LPDP.

Karena, program beasiswa dan riset LPDP bersumber dari dana abadi pendidikan yang dikelola secara khusus.

“Jadi ketika (dana abadi, red) Rp 154 triliun itu kemudian dikelola portofolio investasinya, dia tidak nyebar kemana-mana, dia tidak blended dengan dana yang lainnya,” ujarnya saat menghadiri Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri (KSTI) di Bandung, Minggu (10/8).

Lukman menjelaskan, hasil investasi dari dana abadi akan dikembalikan langsung ke program yang sudah ditentukan. Termasuk untuk beasiswa dan riset.

Karena itu, pemangkasan anggaran kementerian/lembaga tidak berimbas pada keberlangsungan program LPDP.

“Sehingga kurang lebihnya ketika ada pemangkasan atau refocusing dari kementerian dan lembaga, itu tidak terlalu berpengaruh sebenarnya kepada LPDP,” ungkapnya.

“Karena tetap saja LPDP itu mengelola hasil pengembangan secara khusus,” sambungnya.

Menanggapi isu soal pengurangan kuota beasiswa, Lukman menegaskan bahwa pengurangan bukan berarti anggaran dialihkan ke program lain.

“Kalaupun akhirnya dikurangi saat ini, ya nanti tetap akan ada di rekeningnya LPDP untuk membiayai tahun yang berikutnya,” jelasnya.

Menurutnya, langkah itu dilakukan sebagai bentuk strategi menjaga kesinambungan program.

Tidak semua anggaran harus digeber habis dalam satu tahun.

LPDP juga mulai mengantisipasi kebutuhan beasiswa untuk tahun-tahun mendatang.

Sri Mulyani
Sri Mulyani

Salah satu bentuk penyesuaian ke depan adalah rencana format baru pendaftaran beasiswa LPDP mulai tahun depan.

Jika sebelumnya pendaftar bebas memilih kampus dan jurusan, ke depan akan ada pembatasan.

Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), serta Kemenko PMK akan menentukan kampus dan jurusan mana saja yang bisa dipilih.

Yang jelas, bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) akan mendapat prioritas utama.

Keputusan ini sejalan dengan arah kebijakan Presiden yang menekankan pentingnya pengembangan sektor pangan, energi, maritim, serta sains dan teknologi.

Namun, Lukman menegaskan jurusan non-STEM tidak akan dihilangkan sepenuhnya. Hanya saja, peminat STEM akan mendapat nilai tambah.

“Yang jelas, baik STEM maupun non-STEM itu tidak lagi menjadi pilihan bebas (jurusan dan kampusnya, red). Tapi nanti akan ada arahan atau pilihan kampus mana dan prodi mana yang bisa dipilih,” tegasnya.

Sebelumnya, Menkeu Sri Mulyani juga sempat menyinggung hal ini saat membuka KSTI 2025. Ia menyebut pemerintah sudah menyusun daftar kampus dan jurusan untuk program beasiswa LPDP.

“Nanti Pak Brian (Mendiktisaintek Brian Yuliarto, red) dan Pak Pratik (Menko PMK Pratikno, red) yang akan menentukan sekolah mana yang akan menjadi destinasi dan bidangnya apa saja,” ujarnya. (mia/JPG/r3)

Editor : Kimda Farida
#Beasiswa #Aman #menteri keuangan #lpdp #efisiensi #riset #Anggaran