LombokPost - PRESIDEN Prabowo Subianto menganugerahkan pangkat Jenderal Kehormatan kepada 12 tokoh militer di Batu Jajar, Bandung Barat, Minggu (10/8).
Letjend TNI (Hor) Musa Bangun termasuk satu dari 12 tokoh militer tersebut. Dia dan 11 orang lain dinilai berjasa besar bagi pertahanan dan keamanan negara.
Dalam situs resmi presiden, disebutkan nama-nama 12 orang itu. Selain Letjend TNI (Hor) Musa Bangun, 11 orang lainnya adalah Jenderal TNI (Hor) Yunus Yosfiah yang diterima oleh perwakilan keluarga, Jenderal TNI (Hor) Dr Sjafrie Sjamsoeddin, Jenderal TNI (Hor) Muhammad Herindra, Jenderal (Hor) Agus Sutomo, Alm. Jenderal TNI Purn. (Hor) Ali Sadikin yang diterima oleh putranya, Boy Sadikin. Lalu, Letjend TNI (Hor) Valentinus Soehartono Soeratman, Marsdya TNI (Hor) Bambang Eko Suhariyanto, Letjend TNI (Hor) Chairawan K. Nusyirwan, Letjend TNI (Hor) Glenny Kairupan, Letjend TNI (Hor) Dr Tony S.B. Hoesodo, dan Mayjend TNI (Hor) Taufik Hidayat.
Gelar Jenderal Kehormatan merupakan pengakuan negara atas pengabdian dan prestasi luar biasa dalam menjalankan tugas di bidang pertahanan dan keamanan.
Penerimanya adalah tokoh yang dinilai telah memberikan kontribusi kepada negara dan berhasil dalam setiap penugasan operasi dalam karir militernya.
Selain itu, Tanda Kehormatan Bintang Sakti disematkan kepada dua prajurit. Yakni, Letjend TNI (Purn) Muhammad Alfan Baharudin dan Letda (Purn) Darius Bayani.
Bintang Sakti diberikan sebagai penghargaan kepada prajurit yang menunjukkan keberanian, keperwiraan, dan jasa luar biasa dalam pertempuran atau operasi militer strategis, baik di dalam maupun luar negeri.
Prosesi penganugerahan dilakukan langsung oleh Presiden Prabowo di hadapan pasukan upacara. Prabowo menuturkan, wawasan Indonesia adalah wawasan pertahanan yang defensif.
Ada yang mengatakan, dalam perang, defensif itu tidak bisa menang. Padahal, menurut Prabowo, hal itu bacaan sejarah yang keliru.
"Kalau kita mempertahankan bangsa, kita pertahankan tiap kampung, tiap dukuh, tiap lembah, tiap gunung, tiap kecamatan, tiap kabupaten, tiap provinsi, tiap jengkal tanah, kita pertahankan. Seluruh bangsa Indonesia pertahankan, saudara-saudara kita tidak bisa ditaklukkan, dan bagi kita, tidak ada masalah, daripada dijajah kembali, lebih baik kita mati," tegas Prabowo.
Profil Musa Bangun. Dari 12 nama yang mendapat anugerah Jenderal Kehormatan, nama Letnan Jenderal (Letjen) TNI (Purn) Musa Bangun tergolong jarang muncul di publik. Padahal, dia memiliki peran penting dalam membesarkan TNI.
Musa Bangun dinilai selalu berhasil menjalankan setiap penugasan militer. "Terutama operasi pembebasan sandera WNI," ujar salah seorang pembawa acara pemberian Pangkat Jenderal Kehormatan.
Musa juga dikenal sebagai purnawirawan perwira tinggi TNI-AD yang aktif dalam dunia politik. Saat ini dia dipercaya sebagai Wakil Ketua Umum Partai Gerindra. Lelaki kelahiran 1959 tersebut merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 1983 dari kecabangan infanteri. Musa juga menempuh pendidikan di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) pada 1998.
Dia sempat menduduki sejumlah jabatan strategis sepanjang karir militernya. Antara lain, menjadi Komandan Batalyon Infanteri Lintas Udara 328/Kostrad (1996-1997), Komandan Resor Militer (Danrem) 091/Aji Surya Natakesuma (2009-2010), lalu menjabat Inspektur Kostrad, Direktur Doktrin Kodiklatad (2012-2013), dan Danrem 131/Santiago (2013-2015).
Pada 2015, Musa dipercaya menjadi Perwira Tinggi Ahli Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Bidang Hukum. Dia lantas menjabat sebagai Koordinator Staf Ahli (Koorsahli) Kasad hingga 2017. (idr/oni/JPG/r3)
Editor : Siti Aeny Maryam