Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pantau Arus Nataru, Kemenhub Optimalkan Penggunaan Drone dan Perketat Standar Keselamatan

Redaksi Lombok Post • Rabu, 24 Desember 2025 | 03:00 WIB

MODA TRANSPORTASI: Salah satu armada kapal yang beroperasi, membawa penumpang dan barang di lalu lintas Kayangan – Poto Tano, beberapa waktu lalu.
MODA TRANSPORTASI: Salah satu armada kapal yang beroperasi, membawa penumpang dan barang di lalu lintas Kayangan – Poto Tano, beberapa waktu lalu.
LombokPost -- Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menginstruksikan seluruh operator angkutan untuk mematuhi standar keselamatan secara ketat guna menekan angka fatalitas kecelakaan selama masa libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Selain pengawasan manual, pemerintah juga mengerahkan teknologi pemantauan udara dan tilang elektronik berbasis drone untuk menindak pelanggar lalu lintas secara real-time.

Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, menyatakan telah memerintahkan Direktur Jenderal Perhubungan Darat untuk melakukan koordinasi intensif dengan seluruh pemangku kepentingan, terutama operator bus.

”Mengingatkan ulang standar keselamatan di moda darat,” tegas Dudy dalam keterangannya, Rabu (24/12/2025).

Dudy menjelaskan bahwa infrastruktur pendukung, termasuk kendaraan penyelamatan yang dilengkapi peralatan evakuasi, telah disiagakan di titik-titik rawan. Penggunaan teknologi drone diharapkan menjadi instrumen kunci dalam mendeteksi gangguan secara dini.

”Sehingga, kemacetan atau kondisi darurat bisa termonitor lebih awal dan ditangani lebih cepat,” ucapnya.


H-3 Natal, sebanyak 32.533 orang meninggalkan Pulau Jawa menuju Sumatera melalui Pelabuhan Merak, Ciwandan, dan BBJ Bojonegara. Puncak arus Nataru pada moda penyebrangan diperkirakan terjadi Selasa (23/12) dan Rabu (24/12).


Data Posko Merak periode 22 Desember 2025 pukul 00.00-23.59 WIB atau H-3, tercatat 32.533 penumpang dan 7.131 unit kendaraan telah menyeberang menuju Sumatera. Ada 117 perjalanan kapal dari Pelabuhan Merak, Ciwandan, dan BBJ Bojonegara.


Kendaraan roda dua tercatat 799 unit (turun 48,9 persen), kendaraan roda empat 3.745 unit (turun 27,8 persen), truk 2.197 unit (turun 30,9 persen), dan bus 390 unit (turun 12,6 persen). ”Secara kumulatif sejak H-10 sampai H-3, penumpang dari Jawa ke Sumatera 271.994 orang atau turun 0,4 persen dan kendaraan 64.360 unit, turun 3,5 persen,” jelas Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Heru Widodo.


Heru memastikan infrastruktur pelabuhan dan fasilitas pendukung siap mendukung kelancaran Nataru. Pihaknya telah merancang skenario saat kepadatan meningkat. Itu untuk menekan potensi antrean di pelabuhan.


Puncak penerbangan Nataru di bandara terjadi pada 20-21 Desember 2025. Pada hari pertama, pergerakan pesawat mencapai 3.738 penerbangan dengan 517 ribu penumpang. Sedangkan, hari kedua terdapat 3.695 penerbangan dan 512 ribu penumpang pesawat.


Direktur Utama InJourney Airports Mohammad R. Pahlevi mengungkapkan, pada periode 15-21 Desember 2025, jumlah pergerakan penumpang pesawat di bandara mencapai 3,4 juta penumpang dengan 25 ribu penerbangan. ”Pemanfaatan slot time atau ketersedian waktu keberangkatan dan kedatangan penerbangan cukup tinggi, hampir 90 persen,” paparnya.


Menurut Pahlevi, saat ini, sudah 479 extra flight yang sudah digunakan oleh maskapai. Adapun, bandara tersibuk di antaranya Soekarno-Hatta Tangerang (1,19 juta penumpang), I Gusti Ngurah Rai (461 ribu penumpang), Juanda (288 ribu penumpang), Sultan Hasanuddin (211 ribu penumpang), dan Kualanamu (146 ribu penumpang).

Antisipasi Cuaca Ekstrem dan Keamanan Destinasi Wisata

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, memastikan lintas sektor telah menyiapkan skenario mitigasi menghadapi potensi cuaca ekstrem. Koordinasi bersama TNI, Polri, dan Kementerian PU terus diperkuat melalui inspeksi mendadak ke titik-titik krusial seperti Pelabuhan Merak.

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menambahkan, pihaknya telah menyiagakan 50 posko di wilayah Banten untuk pengamanan terpadu.

”Posko tersebut difokuskan untuk mengamankan empat objek utama, yakni arus penyeberangan di Pelabuhan Merak, kegiatan ibadah Natal, aktivitas masyarakat pada malam pergantian tahun, serta destinasi wisata,” jelas Kapolri.

Editor : Redaksi Lombok Post
#Nataru #selamat natal #tahun baru #Natal 2025