LombokPost — Sebuah rumah di Desa Mlowokarangtalun, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, mendadak menjadi perhatian publik setelah bangunannya terlihat terbelah menjadi dua bagian. Peristiwa tidak biasa tersebut viral di media sosial dan memicu berbagai reaksi warganet.
Bangunan yang sebelumnya berdiri utuh itu kini tampak terpisah secara fisik dalam satu pekarangan. Video yang beredar memperlihatkan proses pembongkaran dilakukan secara bertahap, mulai dari pelepasan genteng hingga pemotongan struktur kayu di dalam rumah menggunakan gergaji mesin.
Kepala Desa Mlowokarangtalun, Wahyu Hudiyono, memastikan peristiwa tersebut benar terjadi dan bukan rekayasa. Ia menyebut kondisi lingkungan desa tetap aman meski kejadian itu sempat mengundang perhatian warga.
Menurutnya, pembelahan rumah merupakan puncak konflik rumah tangga yang telah berlangsung lama. Perselisihan pasangan suami istri tersebut disebut dipicu persoalan perselingkuhan yang tidak terselesaikan meski sempat ada upaya damai.
“Suaminya sudah memaafkan, asal jangan diulangi. Tapi malah si istri sudah tidak mau sama suaminya lagi,” ujarnya.
Pemerintah desa sebelumnya telah mencoba memediasi kedua pihak, namun tidak menemukan titik temu. Pasangan tersebut diketahui telah menikah sekitar tujuh tahun dan memiliki dua anak.
Pembongkaran rumah disebut dilakukan secara terencana, bukan sekadar luapan emosi sesaat. Sebagian material bahkan dipindahkan ke kampung asal suami di wilayah Simo.
Wahyu juga meluruskan bahwa pria yang terlihat dalam video mengoperasikan gergaji bukanlah pemilik rumah, melainkan orang yang diminta membantu proses pembongkaran.
“Bukan itu suaminya, mungkin orang suruhannya,” ungkap Wahyu.
Peristiwa ini menjadi perhatian publik karena jarang terjadi, sekaligus menggambarkan bagaimana konflik rumah tangga yang tidak terselesaikan dapat berujung pada tindakan ekstrem. Rumah yang semula menjadi simbol kebersamaan keluarga kini justru menjadi penanda retaknya hubungan pasangan tersebut.
Editor : Lalu Mohammad Zaenudin