Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

SIAGAKAN 143 JUTA PEMUDIK! Kemenhub Perketat Kelayakan Bus dan Tebar Kuota Mudik Gratis, 2.000 Armada Bus Dilarang Beroperasi

Nurul Hidayati • Jumat, 13 Maret 2026 | 15:20 WIB

SIAP BERANGKAT: Para penumpang dengan sabar menunggu keberangkatan bus menuju pulau Sumbawa.
SIAP BERANGKAT: Para penumpang dengan sabar menunggu keberangkatan bus menuju pulau Sumbawa.

LombokPost -Gelombang mudik Lebaran 2026 (Idulfitri 1447 Hijriah) diprediksi akan menjadi salah satu yang terbesar dengan estimasi pergerakan mencapai 143,9 juta orang atau sekitar 50 persen dari populasi Indonesia.

 Menanggapi lonjakan masif tersebut, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengambil langkah preventif ketat untuk memastikan aspek keselamatan di jalan raya.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Aan Suhanan, menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci utama agar ritual tahunan ini berjalan aman dan nyaman.

Rampcheck: Ribuan Bus Bermasalah Terjaring

Sejak 23 Februari 2026, Ditjen Hubdat telah melakukan rampcheck atau inspeksi keselamatan terhadap 13.584 unit bus. Hasilnya cukup mengejutkan, di mana hanya sekitar 63,9 persen armada yang dinyatakan layak operasi tanpa catatan.

Sisanya, sebanyak 2.844 unit diberikan peringatan perbaikan, sementara lebih dari 2.000 unit bus dilarang beroperasi hingga dijatuhi sanksi tilang karena dianggap membahayakan penumpang.

"Inspeksi keselamatan ini akan terus kami lakukan hingga 29 Maret 2026, menyasar Terminal Tipe A, pool bus, hingga rest area dan daerah rawan kecelakaan," tegas Aan dalam diskusi di Gedung DPR RI.

Mudik Gratis: Tekan Penggunaan Sepeda Motor

Guna mengurangi risiko kecelakaan fatal yang sering melibatkan kendaraan roda dua, Kemenhub membuka kuota mudik gratis untuk 110.112 orang. Program ini mencakup moda bus, kereta api, hingga kapal laut.

Tak hanya orang, pemerintah juga menyiapkan armada truk dan kereta api khusus untuk mengangkut 12.140 unit sepeda motor milik pemudik secara cuma-cuma. "Bepergian jauh dengan sepeda motor sangat potensial menyebabkan kecelakaan. Kami ingin masyarakat beralih ke transportasi umum yang lebih aman," imbuhnya.

Strategi Memecah Kepadatan: Kebijakan WFA

Salah satu terobosan pada mudik 2026 adalah diterapkannya kebijakan Work From Anywhere (WFA) oleh Kementerian PAN-RB. Kebijakan ini diberlakukan.

Arus Mudik: 16 - 17 Maret 2026. Arus Balik: 25 - 27 Maret 2026.

Langkah ini diharapkan dapat memecah penumpukan kendaraan pada hari puncak, sehingga arus lalu lintas lebih terdistribusi. Selain itu, aturan pembatasan angkutan barang serta skema one way, contra flow, dan ganjil-genap tetap akan diberlakukan sesuai diskresi Korlantas Polri.

Persiapan Jalur dan Fasilitas Publik

Pemerintah saat ini tengah melakukan perbaikan jalan provinsi dan kabupaten, pengendalian pasar tumpah, hingga pengecekan kesiapan masjid-masjid di sepanjang jalur mudik yang akan difungsikan sebagai rest area ramah pemudik.

Bagi warga NTB yang akan melakukan perjalanan jauh, baik lintas Sumbawa maupun menuju Pulau Jawa, dihimbau untuk selalu memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima dan memanfaatkan fasilitas yang disediakan pemerintah demi keselamatan bersama.

Editor : Kimda Farida
#keselamatan #mudik #angka #Kecelakaan #Tekan