Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

JURUS JITU PENGURAI MACET! Menhub Terapkan Strategi "Tiba-Bongkar-Berangkat", Antrean Puluhan Kilometer di Gilimanuk Mulai Menyusut

Nurul Hidayati • Selasa, 17 Maret 2026 | 21:12 WIB

LANGSUNG KE GILIMANUK: Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi (kanan) saat kunjungan ke Pelabuhan Gilimanuk. (Radar Bali)
LANGSUNG KE GILIMANUK: Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi (kanan) saat kunjungan ke Pelabuhan Gilimanuk. (Radar Bali)

LombokPost - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi akhirnya "turun gunung" meninjau langsung kondisi Pelabuhan Gilimanuk yang sempat lumpuh akibat kemacetan sepanjang 30 kilometer.

Dalam kunjungan darurat pada Selasa (17/3), Menhub menginstruksikan penerapan tiga langkah strategis guna memulihkan arus mobilitas pemudik menuju Pulau Jawa.

​Hasilnya pun mulai terlihat signifikan. Dalam hitungan jam, ekor kemacetan yang sebelumnya mencapai puluhan kilometer dilaporkan menyusut drastis menjadi sekitar delapan kilometer.

Tiga Jurus "Gempur" Kepadatan

Guna memastikan kelancaran di jalur Denpasar-Gilimanuk, Kemenhub bersama otoritas pelabuhan menerapkan tiga kebijakan prioritas sore ini.

Sistem TBB (Tiba–Bongkar–Berangkat): Kapal diperintahkan untuk segera berangkat setelah proses bongkar selesai tanpa menunggu palka penuh. Hal ini bertujuan meningkatkan frekuensi penyeberangan secara maksimal.

Operasional Kapal Besar: Pengerahan kapal dengan kapasitas angkut paling besar untuk menyedot antrean kendaraan di buffer zone.

Optimalisasi Kantong Parkir: Penataan ulang area parkir di sekitar pelabuhan agar tidak ada lagi kendaraan yang menumpuk di badan jalan utama.

Prioritas Kendaraan Kecil Jelang Nyepi
​Mengingat Pelabuhan Gilimanuk akan segera ditutup sementara untuk menghormati Hari Raya Nyepi, Menhub memberikan prioritas bagi mobil pribadi dan bus.

Langkah ini diambil guna mencegah adanya pemudik yang terlantar di kawasan pelabuhan saat pelaksanaan hari raya berlangsung.

Bagi sopir kendaraan besar yang terpaksa tertahan, pihak ASDP telah menyiapkan skema penampungan khusus.

Para sopir akan difasilitasi penyeberangan sementara ke Banyuwangi dengan biaya yang ditanggung otoritas, sementara armadanya tetap berada di kantong parkir Gilimanuk hingga masa Nyepi usai.

Sentilan bagi Pengusaha Logistik

Dalam kunjungannya, Menhub juga memberikan teguran keras bagi pengusaha logistik yang masih membandel. Ia menekankan bahwa keberadaan kendaraan sumbu tiga ke atas yang melanggar Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang pembatasan operasional menjadi pemicu utama kemacetan horor di jalur sempit Bali Barat tersebut.

​"Aturan harus ditaati. Kendaraan besar ini sangat memengaruhi kelancaran arus di jalur sempit Denpasar–Gilimanuk," tegas Menhub Dudy.

Editor : Kimda Farida
#strategi #aturan #menhub #macet #gilimanuk