Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

DPR RI Dukung Opsi Efisiensi Dampak Konflik Timur Tengah, asal Tak Ganggu Anggaran Pendidikan

Umar Wirahadi • Rabu, 18 Maret 2026 | 13:58 WIB

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani mengaku mendukung langkah penghematan oleh Presiden Prabowo Subianto asalkan tidak mengganggu anggaran pendidikan.
Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani mengaku mendukung langkah penghematan oleh Presiden Prabowo Subianto asalkan tidak mengganggu anggaran pendidikan.

LombokPost – Presiden Prabowo Subianto berencana melakukan penghematan menyusul konflik yang terjadi di Timur Tengah akibat agresi Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran.

Rencana itu disampaikan Presiden dalam sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat (13/3). 

Rencana ini mendapat tanggapan Anggota DPR RI Lalu Hadrian Irfani di sela-sela kunjungan kerja ke Lombok Tengah, Selasa (17/3). 

"Melihat situasi global hari ini, maka apresiden telah mengambil langkah-langkah. Pertama, menghemat BBM. Cadangan BBM kita terbatas dan terganggu akibat ketegangan dan konflik di Timur Tengah ini," kata Lalu Hadrian. 

Disampaikan pihaknya mendukung opsi efisiensi yang direncanakan pemerintah. Seperti penghematan penggunaan BBM, menerapkan kebijakan work from home (WFH), hingga memotong gaji pejabat.

Termasuk opsi pemotongan gaji para menteri Kabinet Merah Putih yang dipimpin Prabowo. 

"Kami mempersilakan lakukan efisiensi tetapi jangan mengurangi dana pendidikan. Karena dana pendidikan sebesar 20 persen dari APBN merupakan mandatory spending yang diatur dalam konstitusi," jelas Wakil Ketua Komisi X DPR RI itu. 

Sebelumnya diberitakan, Presiden Prabowo Subianto berencana melakukan penghematan menyusul eskalasi konflik yang terjadi di Timur Tengah. 

Penghematan itu mengacu pada langkah Pakistan menangani krisis yang sudah menganggap perang antara AS-Iran sebagai situasi kritis hingga menyebutnya sebagai critical measures.

"Ini hanya contoh ya, ini contoh. Maksud saya ini ada berapa hari, saya kira kita bisa mengkaji masalah ini, ya kan. Saya kira kita juga harus mengupayakan bahwa kita melakukan penghematan," kata Prabowo dalam sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat. 

Dengan begitu, defisit APBN tidak membengkak lebih lanjut akibat kenaikan harga minyak dunia pasca konflik. 

Ia memerinci, sejumlah langkah yang dapat dilakukan adalah memberlakukan work from home atau bekerja dari rumah, melakukan efisiensi, hingga menghemat BBM dalam jumlah yang sangat besar.

"Nah, jadi ini saya minta dibicarakan nanti ya mungkin oleh Menko-Menko. Umpamanya berapa ASN dan pejabat tidak usah ke kantor, mengurangi macet dan melaksanakan penghematan besar-besaran. Mengurangi hari kerja pun harus kita pertimbangkan dan langkah-langkah penghematan lainnya," ungkap Presiden. 

Editor : Rury Anjas Andita
#EFISIENSI ANGGARAN #Presiden Prabowo Subianto #anggaran pendidikan #konflik timur tengah #iran #dpr ri #Lalu Hadrian Irfani