LombokPost – Di tengah hujan kritik, Presiden Prabowo Subianto memastikan tetap konsisten melanjutkan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Bahkan program prioritas ini tetap berjalan di tengah kebijakan efisiensi anggaran sebagai dampak konflik di Timur Tengah.
Ia menekankan bahwa krisis global, termasuk konflik di Timur Tengah tidak menjadi alasan untuk menghentikan program MBG. Menurutnya, masih banyak sektor lain yang bisa dihemat tanpa harus mengorbankan program strategis seperti MBG.
"Masih banyak cara lain yang kita bisa hemat. Masih banyak," ucap Presiden Prabowo dalam sesi diskusi bersama jurnalis dan pengamat di Hambalang, Bogor, yang ditayangkan pada Minggu (22/3).
Prabowo awalnya ditanya mengenai keberlanjutan program MBG di tengah situasi krisis Timur Tengah akibat agresi militer Amerika Serikat-Israel ke Iran. Ia menegaskan akan mempertahankan program MBG untuk rakyat.
"Saya akan bertahan sedapat mungkin daripada uang-uang dikorupsi. Lebih baik rakyat saya bisa makan," ungkap Prabowo.
Dijelaskan, keputusan untuk tetap melanjutkan program MBG dan tak memotong anggaran dipicu temuan kondisi di lapangan terkait anak-anak yang stunting.
Prabowo mengaku pernah berjumpa dengan anak berusia 11 tahun tetapi tinggi badannya seperti anak usia 4 tahun.
"Saya hakkul yakin berada di jalan yang benar (dengan melanjutkan program MBG). Uang kita ada," tegas mantan Menteri Pertahanan (Menhan) itu.
Saat ini keputusan Prabowo yang tetap akan melanjutkan program MBG di tengah krisis serangan Israel dan AS ke Iran menuai banyak kritik publik. Ekskalasi konflik yang belum terhenti menyebabkan harga minyak dunia melambung.
Prabowo menyinggung program MBG juga memiliki dampak ekonomi yang luas melalui penciptaan lapangan kerja di berbagai sektor. Mulai dari dapur produksi hingga rantai pasok pangan.
Ia mengatakan, tiap dapur menciptakan pemasok bagi vendor-vendor yang berkisar antara 5-10 vendor tiap dapur.
"MBG nanti di puncaknya, kita akan punya 31 ribu dapur. Katakan lah untuk gampangnya hitung 30 ribu dapur. Tiap dapur mempekerjakan 50 orang. Itu saja sudah tercipta 1,5 juta lapangan kerja," ungkapnya.
Menurutnya, pemerintah tidak menutup mata terhadap kritik. Ini menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas program yang menyangkut masa depan generasi bangsa.
Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan setidaknya sudah ada 1.030 dapur yang dikenakan suspend atau pemberhentian operasional sementara. Penindakan dilakukan secara tegas terhadap dapur yang tidak memenuhi standar yang ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN).
Editor : Marthadi