Sentilan Keras Idgitaf di AMI Awards 2026: Hujan, Banjir, hingga Akuntabilitas

LombokPost - Malam puncak Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards ke-29 di Ciputra Artpreneur, Jakarta, pada Rabu (4/11) tidak hanya milik para pemenang trofi. Penyanyi Idgitaf mencuri perhatian publik lewat pidato kemenangannya saat meraih gelar Album Terbaik-Terbaik melalui karya berjudul Berusaha di Bawah Hujan.
Idgitaf menggunakan analogi hujan untuk menggambarkan kontradiksi kondisi masyarakat Indonesia.
Di satu sisi, banyak warga menderita akibat banjir dan tanah longsor, namun di sisi lain, daerah yang dilanda kebakaran hutan justru sangat mengharapkan turunnya hujan.
Ia menegaskan bahwa terlepas dari perbedaan situasi tersebut, warga memiliki kebutuhan yang sama yaitu pemulihan kondisi lingkungan.
"Dan berbicara tentang hujan, di luar sana ada yang sedang sangat membenci hujan karena longsor dan banjir, dan ada juga yang sangat merindukan hujan karena kebakaran hutan dan lain sebagainya. Walaupun mereka berbeda situasinya, ada kesamaan dalam keduanya. Mereka membutuhkan restorasi dan akuntabilitas," kata Idgitaf.
Pesan lingkungan ini menambah daftar panjang aksi musisi di panggung AMI Awards 2026.
Selain Idgitaf, beberapa nama seperti Naykilla hingga Hindia juga turut menyoroti isu sosial dan bencana dalam kesempatan tersebut.
Sementara itu, Tulus mencatatkan sejarah baru dalam ajang ini dengan mengumpulkan total 21 kemenangan. Ia berhasil memperkokoh posisinya sebagai pemegang rekor kemenangan terbanyak di kategori Karya Produksi Terbaik-Terbaik.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




