Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Mata Kanan Dewi Yull Buta Akibat Retina Lepas karena Minus Tinggi

Rury Anjas Andita • Rabu, 9 Juli 2025 | 18:24 WIB
TAK MENGELUH: Meski hanya mengandalkan satu mata saja, Dewi Yull tetap bersyukur masih bisa bekerja dan bermanfaat bagi orang lain.
TAK MENGELUH: Meski hanya mengandalkan satu mata saja, Dewi Yull tetap bersyukur masih bisa bekerja dan bermanfaat bagi orang lain.

LombokPost – Artis senior Dewi Yull mengungkapkan kondisi kesehatannya yang kini hanya bisa mengandalkan satu mata untuk melihat.

Mata kanan Dewi Yull buta total setelah mengalami retina lepas akibat minus tinggi.

Kondisi ini dikenal sebagai ablasio retina, yaitu saat lapisan retina terlepas dari posisinya yang normal.

“Yang kanan minus 25, kiri minus 19. Akhirnya aku operasi karena gelembung itu, kayak balon, ya. Dari putih, kuning, kok lama-lama pekat. Jadi, ablasio retina,” ungkap Dewi Yull saat ditemui di kawasan Mampang, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

Kondisi mata kanan Dewi Yull yang buta bermula dari keluarnya cairan bening menyerupai gelembung yang makin hari semakin pekat.

Karena minus yang terlalu tinggi, tekanan pada mata membuat retina terlepas.

Saat ini, Dewi Yull hanya bisa melihat cahaya dari mata kanannya, sedangkan mata kiri menjadi satu-satunya tumpuan penglihatannya.

“Sangat mengganggu, karena yang berfungsi tinggal mata kiri. Alhamdulillah tetap disyukuri, masih bisa bekerja, bermanfaat. Semua harus dibawa happy,” tuturnya.

Meski hanya satu mata yang bisa digunakan, Dewi Yull tetap semangat menjalani aktivitas.

Kondisi retina lepas karena minus tinggi yang dialami Dewi Yull juga dipengaruhi oleh faktor usia.

Aktris kelahiran Cirebon 64 tahun silam ini tetap bersyukur karena masih diberikan kesehatan organ tubuh lain yang vital.

“Tuhan ambil penglihatan saya satu, tapi paru-paru saya bagus, jantung alhamdulillah bagus. Tidak ada manusia yang sempurna kok,” ujarnya.

Meski mengalami kebutaan karena minus tinggi, semangat Dewi Yull tetap menyala.

Dia berharap kisahnya bisa menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap kondisi mata minus parah sejak dini.

Editor : Rury Anjas Andita
#buta #retina #dewi yull #minus