Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dinas KUKM NTB Akan Lebih Selektif Pilih UMKM yang Terlibat di MXGP

R
Penulis: Rury Anjas Andita❯
MENYAMBUT MOTOGP: Pembenahan sarana dan fasilitas pendukung di Pertamina Mandalika International Street Circuit digesa pemerintah untuk menyukseskan event MotoGP, Maret 2022.(DOK/Lombok Post)
MENYAMBUT MOTOGP: Pembenahan sarana dan fasilitas pendukung di Pertamina Mandalika International Street Circuit digesa pemerintah untuk menyukseskan event MotoGP, Maret 2022.(DOK/Lombok Post)
MATARAM-Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (KUKM) NTB fokus pada peningkatan kualitas pelaku usaha. Terutama yang berpartisipasi di event Motocross Grand Prix (MXGP) di Lombok maupun Sumbawa.

”Ada beberapa yang kami evaluasi. Dari sisi penempatan lokasi UKM dan jumlahnya,” kata Kepala Dinas KUKM NTB Ahmad Masyhuri, Selasa (6/6).

Target pemerintah bukan sekadar menghadirkan UKM sebanyak-banyaknya saat MXGP maupun event balapan internasional lainnya. Tapi bagaimana membuat produk dari UKM tersebut laku terjual selama event. Sehingga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat dan pelaku usaha.

”Tidak penting banyaknya saja. Yang penting mereka laku. Supaya UMKM itu bahagia, jangan nanti keluar berita setelah acara, pelaku UMKM menangis karena barangnya gak ada yang beli,” tuturnya.

Dinas KUKM akan memastikan posisi terbaik untuk penempatan UKM di MXGP Sumbawa dan Lombok. Kata Masyhuri, di MXGP Sumbawa akan ada perubahan terhadap lapak berjualan UMKM maupun jumlahnya.

Dengan posisi layout sirkuit yang tak jauh beda dibandingkan tahun 2022, lapak UMKM akan ditempatkan pada lokasi lebih strategis. Selain itu, jumlah pelaku usaha yang terlibat akan dikurangi. Agar tidak terjadi penumpukan jenis usaha yang sama di satu lokasi.

Untuk MXGP Sumbawa, ada 250 pelaku UMKM yang akan terlibat, dari sebelumnya 400 UMKM pada tahun lalu. Dengan sektor kuliner, yang nantinya akan mendominasi jenis usaha untuk pelaku UMKM di MXGP Sumbawa.

”Sekarang ditempatkan di lokasi lebih strategis. Kalau dulu, ada yang dobel-dobel, akhirnya ada yang laku, ada yang tidak,” jelasnya.

Masyhuri mengatakan, MXGP Sumbawa akan memprioritaskan pelaku usaha dari Kabupaten Sumbawa atau Pulau Sumbawa. Namun, jika ada pelaku usaha dari Pulau Lombok yang ingin berpartisipasi, Dinas KUKM akan memfasilitasi.

Kebijakan yang sama diberlakukan untuk MXGP Lombok. Untuk event yang digelar di eks Bandara Selaparang, Kota Mataram ini, prioritas akan diberikan kepada pelaku usaha di Kota Mataram atau Pulau Lombok.

”Tapi kalau dari Pulau Sumbawa ada yang ingin ikut juga, kami fasilitasi,” ujar Masyhuri.

Di MXGP Lombok, jumlah UMKM yang berpartisipasi sebanyak 100 pelaku usaha. Hanya saja, Dinas KUKM belum bisa memastikan di titik mana lapak UMKM akan ditempatkan.

Menurutnya, 100 UMKM sudah cukup ideal untuk penyelenggaraan MXGP Lombok. Sebab, lokasi sirkuit berada di tengah kota. Artinya, akses penonton untuk mendapatkan makanan dan minuman, tidak sebatas di areal sirkuit saja.

”Semuanya dekat kalau mau belanja. Jadi kami utamakan kualitas. Nanti di sana akan ada 50 tenda yang diisi 100 pelaku usaha,” jelas Masyhuri.

Kata Masyhuri, pihaknya menginginkan lapak pelaku UMKM berada di dalam bandara. Dekat dengan trek sirkuit. Sehingga memudahkan penonton untuk berbelanja. ”Harus di dalam. Kalau di luar, siapa yang mau belanja,” imbuhnya.

Sementara itu, pembangunan sirkuit di eks Bandara Selaparang ditargetkan rampung pada 15 Juni. Sejauh ini, Infront telah menuntaskan lapisan pertama untuk trek sirkuit. Yang kemudian dilanjutkan dengan lapisan kedua.

Track Management MXGP Indonesia Noval Adhi mengatakan, pengerjaan juga sudah memasuki pembuatan obstacle. Yang nantinya akan disesuaikan dan diimprovisasi berdasarkan kebutuhan. ”Kadang trek sudah jadi, tapi bisa saja ada improvisasi,” katanya.

Untuk obstacle atau rintangan, direncanakan berjumlah 12 titik, terdiri dari enam rintangan besar dan 6 rintangan kecil. Kemudian double jump sebanyak dua titik, serta table top, single maupun triple jump yang akan disesuaikan dengan kebutuhan. (dit/r5)

Advertisement
Advertisement
Editor : Rury Anjas Andita
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Pegadaian Fasilitasi 100 UMKM NTB Urus Legalitas Usaha

Pegadaian Fasilitasi 100 UMKM NTB Urus Legalitas Usaha

PT Pegadaian (Persero) Area Ampenan berkolaborasi dengan Dinas Koperasi dan UKM NTB menyelenggarakan kegiatan Pegadaian Peduli Gathering UMK

ITDC: 769 UMKM di MotoGP Mandalika 2026 Raup Omzet Rp 2,94 Miliar

ITDC: 769 UMKM di MotoGP Mandalika 2026 Raup Omzet Rp 2,94 Miliar

Ajang Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 memberikan dampak ekonomi signifikan bagi pelaku usaha lokal di kawasan Mandalika.

Tinjau Pasar Pemenang, Dubes Australia Apresiasi Penguatan Ekonomi dan Mitigasi Bencana Lombok Utara

Tinjau Pasar Pemenang, Dubes Australia Apresiasi Penguatan Ekonomi dan Mitigasi Bencana Lombok Utara

Penguatan ekonomi masyarakat, ketahanan pangan, hingga kesiapsiagaan menghadapi bencana menjadi bagian penting dalam membangun daerah yang l

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer