Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Gunung Rinjani Sumbang PNBP Rp 21,65 Miliar

Y
Penulis: Yuyun Kutari❯
Kepala Balai TNGR Yarman.
Kepala Balai TNGR Yarman.

LombokPost - Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) terus menunjukkan perkembangan positif sepanjang tahun 2025. Hingga bulan Oktober, kawasan konservasi kebanggaan NTB ini, mencatat lonjakan jumlah wisatawan, peningkatan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).


Advertisement

Kepala Balai TNGR Yarman mengungkapkan jumlah pengunjung terus mengalami peningkatan signifikan. “Kawasan TNGR telah menyedot perhatian wisatawan lokal maupun mancanegara,” tegasnya, Kamis (13/11).

Jika digabung, total kunjungan mencapai 72.528 orang pada destinasi pendakian dan 43.502 orang pada destinasi non pendakian.

Namun, Yarman juga menegaskan peningkatan kunjungan turut membawa tantangan baru, terutama dalam hal pengelolaan sampah. Berdasarkan data hingga Oktober 2025, total sampah dari aktivitas pendakian mencapai 28.410,64 kilogram (kg).

Advertisement

Sementara dari aktivitas non pendakian tercatat 989,22 kilogram. Semakin banyak pengunjung, semakin besar pula tanggung jawab Balai TNGR dalam menjaga kebersihan dan kelestarian kawasan. “Karena itu, kami terus mengajak untuk menerapkan gerakan Go Rinjani Zero Waste,” jelasnya.

Program Go Rinjani Zero Waste adalah upaya bersama untuk mengurangi sampah plastik dan sampah lainnya yang sering ditinggalkan. Tujuannya, menjaga kebersihan, kelestarian alam, serta memastikan Gunung Rinjani tetap bisa dinikmati oleh generasi mendatang.

Sebelum melakukan pendakian, Pendaki wajib mewadahi ulang bahan makanan dan minuman yang akan dibawa untuk ditempatkan di wadah yang dapat digunakan kembali agar dapat meminimalisir sampah di Kawasan TNGR.

Advertisement

Sementara itu, dalam hal kontribusi ekonomi, TNGR juga mencatat capaian membanggakan. Total PNBP hingga Oktober 2025 mencapai Rp 21,65 miliar.

Seluruh dana tersebut, kata Yarman, telah masuk ke kas negara dan menjadi bukti bahwa pengelolaan wisata alam dapat berjalan selaras dengan pelestarian lingkungan.

“PNBP yang meningkat menunjukkan bahwa wisata alam tidak hanya indah dipandang, tetapi juga mampu menyejahterakan masyarakat dan berkontribusi pada pendapatan negara,” bebernya.

Yarman mengajak kepada seluruh masyarakat dan wisatawan untuk terus mendukung pariwisata berkelanjutan.

“Dari Rinjani untuk Indonesia, mari bersama menjaga alam, menikmati keindahannya dengan bijak, dan memastikan Rinjani tetap lestari untuk generasi mendatang,” tandasnya.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Sistem Deposit Tekan Sampah di Pergasingan

Sistem Deposit Tekan Sampah di Pergasingan

Penerapan aturan baru berupa sistem ceklis barang bawaan dan deposit sampah di kawasan wisata Bukit Pergasingan, Kecamatan Sembalun,

Kebakaran di Bukit Setampol, Jalur Pendakian Torean Rinjani Ditutup Total

Kebakaran di Bukit Setampol, Jalur Pendakian Torean Rinjani Ditutup Total

Kebakaran hutan di Bukit Setampol membuat Balai TNGR menutup sementara jalur pendakian Torean mulai 23 September 2026.

Tisu dan Kotoran Manusia Cemari Rinjani, TNGR Tekankan Pengunjung Jaga Kebersihan Rinjani

Tisu dan Kotoran Manusia Cemari Rinjani, TNGR Tekankan Pengunjung Jaga Kebersihan Rinjani

Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) menyoroti sampah tisu dan kotoran manusia yang masih ditemukan di kawasan Gunung Rinjani.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer