Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dari Januari - November 2025, 158 Ribu Warga NTB Terdampak Bencana

Y
Penulis: Yuyun Kutari❯
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal (kiri) saat meninjau kesiapan logistik dalam menghadapi bencana dari BPBD NTB, usai apel gelar pasukan darurat bencana 2025, di Mataram, Jumat (28/11).
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal (kiri) saat meninjau kesiapan logistik dalam menghadapi bencana dari BPBD NTB, usai apel gelar pasukan darurat bencana 2025, di Mataram, Jumat (28/11).

LombokPost - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB merilis laporan terkini mengenai kejadian bencana sepanjang periode 1 Januari hingga 30 November 2025.


Advertisement

Kepala Pelaksana BPBD NTB Ahmadi mengungkapkan total 186 kejadian tercatat pada periode tersebut, yang terdiri dari 169 bencana alam, 14 bencana non-alam, dan 1 konflik sosial.

“Selama Januari hingga November 2025, jumlah kejadian bencana di NTB mencapai 186 kejadian. Bencana alam mendominasi dengan 169 kejadian, dan banjir menjadi yang paling sering terjadi,” jelasnya, Senin (1/12).

Banjir tercatat sebagai bencana paling banyak dengan 86 kejadian, disusul cuaca ekstrem atau angin puting beliung sebanyak 55 kejadian. Selain itu, terdapat 14 tanah longsor, 2 gempa bumi, 2 gelombang pasang-abrasi, serta kekeringan yang melanda 9 kabupaten di wilayah NTB.

Advertisement

Untuk bencana non-alam, BPBD mencatat 12 kebakaran gedung dan permukiman serta 2 kejadian epidemi atau wabah penyakit. Sementara 1 kejadian konflik sosial terjadi pada periode yang sama.

Ahmadi menjelaskan rentetan bencana tersebut berdampak signifikan terhadap keselamatan warga. “Dari seluruh kejadian, kami mencatat 16 korban meninggal dunia, 39 luka-luka, 5 orang masih dalam pencarian, serta lebih dari 158 ribu jiwa terdampak,” tegasnya.

Dari sisi kerusakan fisik, total 685 rumah mengalami kerusakan dengan rincian 155 rusak berat, 201 rusak sedang, dan 320 rusak ringan. Selain itu, 41.049 rumah dilaporkan terendam akibat banjir.

Advertisement

Kerusakan juga terjadi pada layanan dasar seperti 78 fasilitas pendidikan, 7 fasilitas kesehatan, 19 rumah ibadah, 31 perkantoran, dan 1 unit pasar. Infrastruktur vital tidak luput dari dampak, mencakup 21 jembatan, 84 meter jalan, 305 meter tanggul, 9 jaringan listrik, 8 jaringan komunikasi, serta 547 meter jaringan irigasi.

Berikutnya, dampak pada sektor sosial-ekonomi turut dirasakan masyarakat. Lahan pertanian dan usaha warga yang rusak meliputi 921 hektare sawah, 177 hektare tambak/kolam, 46 hektare hutan, 50 hektare kebun, serta 24 pertokoan atau kios.

Ahmadi mengimbau masyarakat untuk tetap waspada menghadapi kondisi cuaca yang dinamis. Pihaknya meminta masyarakat untuk terus mengikuti informasi resmi dari BPBD dan BMKG. “Ini penting untuk mengantisipasi kerugian lebih besar dan menjaga keselamatan diri maupun keluarga,” katanya. 

Ia juga menekankan pentingnya memperbarui informasi cuaca melalui media terpercaya. “Tetap jaga kesehatan, waspada, dan pastikan kita semua selalu siap untuk selamat,” tutupnya.

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menegaskan pemprov terus berupaya memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana. Serta meningkatkan kewaspadaan mengingat NTB merupakan daerah rawan berbagai jenis bencana.

“Provinsi NTB merupakan wilayah rawan berbagai jenis bencana. Untuk itu penting bagi kita untuk selalu waspada dan siap siaga dalam menghadapi berbagai kemungkinan yang bisa mengancam keselamatan,” ujarnya.

Dalam menghadapi bencana, Gubernur menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor, penguatan sistem peringatan dini, peningkatan kapasitas SDM melalui pelatihan dan simulasi, pemanfaatan teknologi informasi, serta keterlibatan aktif masyarakat dalam mitigasi.

“Bencana tidak bisa diprediksi, namun yang pasti kita harus selalu siap menghadapinya dengan persiapan yang matang, koordinasi yang solid, serta semangat gotong royong dan kepedulian sosial yang tinggi,” tegas Gubernur Iqbal.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Telan Anggaran Hingga Rp 7 Miliar, Penanganan Jalan Rusak Pascabanjir di NTB Ditargetkan Rampung Juli

Telan Anggaran Hingga Rp 7 Miliar, Penanganan Jalan Rusak Pascabanjir di NTB Ditargetkan Rampung Juli

BPBD NTB mulai melakukan perbaikan infrastruktur rusak, akibat banjir yang melanda sejumlah wilayah beberapa waktu lalu.

Rumah, Sekolah, dan Gereja Rusak, Picu Tsunami Kecil Pasca Gempa Filipina M7,8

Rumah, Sekolah, dan Gereja Rusak, Picu Tsunami Kecil Pasca Gempa Filipina M7,8

Dampak Gempa Filipina di Sulut-Malut. Kemenlu Telusuri Kondisi WNI di Mindanao Selatan. BNPB data rumah rusak, warga terdampak, terisolasi.

Gubernur NTB Targetkan Jalan Lenangguar–Lunyuk Tuntas Akhir Mei: Perhitungkan Mitigasi Bencana, Sistem Drainase, dan Karakter Wilayah

Gubernur NTB Targetkan Jalan Lenangguar–Lunyuk Tuntas Akhir Mei: Perhitungkan Mitigasi Bencana, Sistem Drainase, dan Karakter Wilayah

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menegaskan, pembangunan infrastruktur jalan di NTB ke depan harus berbasis mitigasi risiko dan perlindungan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer