Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Najamuddin Ikut Seleksi Sekda NTB, Ini Dua Ide Besarnya untuk NTB Makmur Mendunia

Y
Penulis: Yuyun Kutari❯
Kepala Biro Perekonomian Setda NTB Najamuddin.
Kepala Biro Perekonomian Setda NTB Najamuddin.

LombokPost -Atmosfer seleksi calon Sekretaris Daerah (Sekda) NTB kian menghangat. Salah satu figur yang turut ambil bagian dalam kontestasi tertinggi birokrasi ini adalah Kepala Biro Perekonomian Setda NTB Najamuddin.


Advertisement

Dengan latar belakang sebagai teknokrat murni, ia membawa misi besar untuk menyinergikan potensi daerah demi visi kemajuan NTB.

Diwawancara usai menjalani rangkaian seleksi, Najamuddin menegaskan keikutsertaanya dalam proses ini didasari oleh semangat pengabdian.

Menurutnya, seorang teknokrat harus memiliki rasa optimisme yang kuat sebagai modal dasar dalam melayani masyarakat.

Advertisement

“Spirit melayani itu adalah optimisme. Karena saya optimis, maka saya sungguh-sungguh ingin membantu bapak Gubernur dan ibu Wakil Gubernur dalam mewujudkan visi dan misi membangun NTB yang Makmur dan Mendunia," tegasnya, Kamis (25/12).

Bagi Najamuddin, tahapan seleksi ini bukan sekadar mengejar jabatan struktural semata, melainkan sebuah ujian komprehensif atas dedikasi dan perjalanan panjang kariernya di dunia birokrasi.

Ia mengaku telah mengikuti seluruh tahapan dengan serius, di mana setiap aspek kompetensi dan kontribusi masa lalunya dievaluasi secara mendalam.

Advertisement

“Alhamdulillah, seluruh tahapan berjalan baik. Dalam seleksi ini, semua aspek dinilai. Apa yang telah saya lalui, kontribusikan, dan prestasi yang telah diraih untuk NTB, semuanya dipaparkan secara transparan," ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan potret persoalan daerah dan langkah mitigasinya juga menjadi poin krusial dalam evaluasi tersebut. Najamuddin berharap hasil seleksi ini mampu mengkohesikan Sumber Daya Manusia (SDM) dan Sumber Daya Alam (SDA) sebagai kekuatan utama untuk bangkit bersama.

Dalam menatap tantangan Bumi Gora ke depan, Najamuddin telah menyiapkan dua ide besar yang akan menjadi kompas kepemimpinannya jika dipercaya menjabat sebagai Sekda NTB.

Dimulai dari mengawal secara ketat Sapta Cita Iqbal-Dinda yang disinergikan dengan Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden RI. Langkah ini diambil guna memastikan program daerah berjalan selaras dengan kebijakan nasional.

Tak kalah penting, memperkuat kohesi di antara seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan pemangku kepentingan (stakeholders) demi percepatan pembangunan di NTB."Kita perlu menyatukan gerak seluruh elemen birokrasi.

Dengan kohesi yang kuat antara OPD dan stakeholders, cita-cita NTB yang Makmur dan Mendunia bukan lagi sekadar visi, melainkan realitas yang bisa kita capai bersama," pungkasnya optimis.

Profil dan pengalaman Najamuddin

Najamuddin lahir di Jereweh, Kabupaten Sumbawa Barat, pada 12 Januari 1975. Dalam perjalanan kariernya, pria bergelar doktor tersebut dikenal sebagai birokrat, akademisi, dan praktisi komunikasi publik yang memiliki komitmen kuat terhadap pengembangan tata kelola pemerintahan, transformasi digital, serta pembangunan sumber daya manusia di NTB.

Riwayat pendidikannya mencerminkan konsistensi dalam pengembangan kapasitas kepemimpinan dan keilmuan.

Pendidikan sarjana ditempuh pada Program Studi Manajemen Sumber Daya Manusia di STIA LAN RI Bandung yang diselesaikan pada tahun 2004. Selanjutnya, ia meraih gelar Magister Manajemen dari Fakultas Ekonomi Universitas Mataram pada tahun 2008.

Minat dan dedikasinya pada pengembangan SDM berlanjut hingga jenjang doktoral dengan menyelesaikan Program Doktor (S3) Human Resources Development di Universitas Airlangga pada tahun 2021.

Di tingkat internasional, Najamuddin mengikuti berbagai program strategis, antara lain Short Course Public Private Partnership di Miyazaki University, Jepang (2013) serta Digital Leadership Academy di Harvard Kennedy School, Amerika Serikat (2022).

Karier birokrasi Najamuddin dimulai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat. Ia mengawali tugas sebagai Kepala Sub Bagian Protokol Setda Kabupaten Sumbawa Barat pada tahun 2006, kemudian dipercaya sebagai Kepala Sub Bagian Humas pada tahun 2007.

Pada tahun 2008, ia menjabat Kepala Bidang Komunikasi dan Informatika pada Dishubkominfo Kabupaten Sumbawa Barat, sebelum beralih menjadi Kepala Bidang Ekonomi BAPPEDA Kabupaten Sumbawa Barat pada tahun 2012.

Selanjutnya, pada tahun 2013, ia menjabat sebagai Kepala Bidang Sosial, Budaya, dan Pemerintahan BAPPEDA Kabupaten Sumbawa Barat.

Pengalaman dan kapasitas kepemimpinannya membawa Dr. Najamuddin ke level provinsi. Pada tahun 2016, ia dipercaya sebagai Wakil Ketua Komisi Informasi Provinsi NTB.

Kariernya semakin menguat ketika menjabat Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTB tahun 2019, lalu Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda NTB tahun 2021, berikutnya ia mengemban amanah sebagai Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik NTB, serta Kepala Satuan Polisi Pamong Praja NTB, dan Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Sumbawa, kini menjadi kepala Biro Perekonomian Setda NTB.

Sepanjang perjalanan pengabdiannya, Najamuddin menorehkan berbagai prestasi dan penghargaan. Sejak awal karier, ia telah meraih Lulusan Terbaik I Diklat Prajabatan dan Latsar Hankamnas CPNS NTB (1996).

Aktif dalam forum ilmiah internasional, antara lain melalui kegiatan Comparing Social Life Between Indonesia and Australia di Bandung (1999).

Prestasi akademiknya antara lain Juara II Lomba Karya Ilmiah Mahasiswa STIA LAN serta Lulusan Cumlaude STIA LAN RI. Di bidang profesional, ia memperoleh sertifikasi Chief Information Officer (CIO) dari Kementerian Kominfo RI (2010).

Mengikuti berbagai seminar nasional dan internasional, serta dinobatkan sebagai Lulusan Terbaik Istimewa I PKN (Diklat PIM II) LAN RI dan Inovator Terbaik I NTB Novik pada tahun 2019.

Sebagai akademisi dan praktisi, Najamuddin juga aktif menghasilkan karya tulis ilmiah, khususnya di bidang komunikasi publik, manajemen isu, teknologi informasi, dan pembangunan karakter.

Beberapa karyanya antara lain Pengembangan Manajemen PRCC Berbasis Aplikasi, Management of Issues and Public Trust in West Nusa Tenggara Province Using Information Technology, The Concept of Akhlaqul Karimah as Basic Principle of Character Building, serta berbagai tulisan terkait peran media sosial dan komunikasi publik dalam penanganan pandemi Covid-19 di NTB.

Di luar birokrasi, Najamuddin memiliki rekam jejak panjang dalam organisasi kemasyarakatan, keagamaan, kepemudaan, dan akademik. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Sumbawa Barat.

Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah, Ketua DPD KNPI Kabupaten Sumbawa Barat, serta aktif di MUI, ICMI, Lembaga Adat Tanah Samawa, dan APKASI Regional NTB.

Di bidang pendidikan tinggi, ia pernah menjadi Wakil Rektor III Universitas Cordova Indonesia, pengurus APTISI dan APTIKOM Wilayah NTB, serta menjadi pendiri AnNajam Character Transformation Center (ACT-Center) Indonesia.

Hingga saat ini, ia juga aktif sebagai Ketua Umum Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa Indonesia (IARMI) NTB, serta sebagai dosen praktisi dan dosen ilmu pemerintahan di sejumlah perguruan tinggi di NTB.

Dengan latar belakang birokrasi, akademik, dan organisasi yang kuat, Dr. Najamuddin dikenal sebagai figur pemimpin yang visioner, komunikatif, dan berorientasi pada penguatan tata kelola pemerintahan berbasis nilai, teknologi, dan karakter.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Gubernur Miq Iqbal Ajak Bangun Budaya Literasi dari Desa, Bunda Literasi dan Dinas Pusdarsip Luncurkan GELITRA NTB

Gubernur Miq Iqbal Ajak Bangun Budaya Literasi dari Desa, Bunda Literasi dan Dinas Pusdarsip Luncurkan GELITRA NTB

Kemajuan Teknologi Tak Boleh Menggeser Budaya Baca Buku. Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat menegaskan bahwa pembangunan manusia.

Pemkab Loteng Matangkan Mutasi Pejabat

Pemkab Loteng Matangkan Mutasi Pejabat

Sejumlah jabatan struktural yang selama ini kosong, mulai dari eselon III hingga eselon II, ditargetkan segera terisi.

Pencabutan Perda 7 Tahun 2021 Mandek, Ini Alasan Sekda Lombok Tengah

Pencabutan Perda 7 Tahun 2021 Mandek, Ini Alasan Sekda Lombok Tengah

Progres usulan pencabutan Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2021 yang direkomendasikan Kementerian Hukum (Kemenkum) NTB mandek

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer