Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dukung Perpres Lahan Sawah, Mi6 Ingatkan Data Harus Valid dan Daerah Perlu Fleksibel

R
Penulis: Rury Anjas Andita❯
Mi6 dukung Perpres lahan sawah, ingatkan pentingnya data valid dan fleksibilitas daerah untuk jaga ketahanan pangan nasional. (Ist/Dok Pribadi)
Mi6 dukung Perpres lahan sawah, ingatkan pentingnya data valid dan fleksibilitas daerah untuk jaga ketahanan pangan nasional. (Ist/Dok Pribadi)

Advertisement

 

LombokPost - Dukungan terhadap Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 4 Tahun 2026 tentang Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah terus menguat. Kali ini datang dari kalangan masyarakat sipil melalui Lembaga Kajian Sosial dan Politik Mi6.

Direktur Mi6 Bambang Mei Finarwanto atau yang akrab disapa Didu, menyatakan bahwa kebijakan tersebut merupakan langkah strategis dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Namun, ia mengingatkan pentingnya kesiapan data dan fleksibilitas daerah dalam implementasinya.

Advertisement

“Secara prinsip kita dukung. Ini penting untuk masa depan pangan kita. Tapi jangan sampai kebijakan besar ini tersandung data yang tidak sinkron. Kalau datanya bermasalah, di lapangan pasti ribut,” ujarnya, Rabu (8/4).

Data Jadi Kunci Implementasi

Advertisement

Didu menegaskan, sinkronisasi data antara pemerintah pusat dan daerah merupakan fondasi utama keberhasilan kebijakan. Tanpa data yang valid dan terintegrasi, kebijakan berpotensi menimbulkan konflik baru, baik antarinstansi maupun dengan masyarakat.

Menurutnya, kebijakan pengendalian alih fungsi lahan tidak bisa hanya berbasis aturan, tetapi harus berpijak pada realitas di lapangan.

Jangan Seragamkan Semua Daerah

Selain soal data, Didu juga menyoroti pentingnya fleksibilitas kebijakan. Ia menilai, karakteristik tiap daerah berbeda, sehingga pendekatan yang terlalu kaku justru berisiko menghambat pembangunan.

 

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Mi6 Usul Olahraga Tradisional Masuk PON 2028, Didu: Jangan Sampai Warisan Nusantara Punah

Mi6 Usul Olahraga Tradisional Masuk PON 2028, Didu: Jangan Sampai Warisan Nusantara Punah

Mi6 mengusulkan olahraga tradisional masuk PON 2028 sebagai cabang ekshibisi untuk melestarikan budaya dan menjaga warisan Nusantara.

Pilkada 2029 di NTB Makin Terbuka, Tiga Petahana Tak Bisa Maju Lagi; Mi6: Jam Politik Sudah Berdentang Sekarang

Pilkada 2029 di NTB Makin Terbuka, Tiga Petahana Tak Bisa Maju Lagi; Mi6: Jam Politik Sudah Berdentang Sekarang

Pilkada 2029 di NTB diprediksi makin terbuka. Tiga petahana tak bisa maju lagi, Mi6 menilai pertarungan politik sudah dimulai.

Mori Hanafi Masuk Radar Pilgub NTB 2029, Mi6: Figur Paling Lengkap dengan Jejaring Nasional dan Mental Petarung

Mori Hanafi Masuk Radar Pilgub NTB 2029, Mi6: Figur Paling Lengkap dengan Jejaring Nasional dan Mental Petarung

Mi6 menilai Mori Hanafi menjadi salah satu figur terdepan Pilgub NTB 2029 berkat jejaring nasional, pengalaman politik, dan kapasitas kepemi

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer