Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Warisan Utang Puluhan Miliar, RSUD NTB Kejar Pelunasan 2026

Y
Penulis: Yuyun Kutari❯
FASILITAS KESEHATAN: Kendaraan roda empat melintas di depan gedung Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD NTB, beberapa waktu lalu. (IVAN/LOMBOK POST)
FASILITAS KESEHATAN: Kendaraan roda empat melintas di depan gedung Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD NTB, beberapa waktu lalu. (IVAN/LOMBOK POST)

Advertisement

LombokPost - Pihak RSUD NTB berkomitmen penuh, untuk menuntaskan kewajiban pembayaran utang. 

Berdasarkan temuan BPK, utang RSUD NTB diakibatkan adanya kelebihan belanja pegawai, kelebihan belanja alat medis habis pakai, termasuk kelebihan pembelian obat-obatan, di akhir tahun 2024 lalu.

“Perihal utang kita itu Insya Allah secepatnya kita tuntaskan ya,” kata Direktur RSUD NTB drg Asrul Sani, Selasa (21/4). 

Total utang RSUD NTB sebelumnya mencapai sekitar Rp 91 miliar. Namun, jumlah itu kini telah berkurang signifikan dan menyisakan sekitar Rp 40 miliar lebih. 

Sebagian besar utang tersebut berasal dari pengadaan obat-obatan kepada pihak ketiga. Diakuinya, tagihan agar rumah sakit segera membayar utang, namun Ia menyebut ada kebijakan fleksibel dari para penyedia. 

Advertisement

Sehingga proses pelunasan bisa disesuaikan dengan kemampuan kas rumah sakit. “Ada kebijaksanaan dari beberapa penyedia sehingga bisa disesuaikan,” ujarnya. 

Selain utang obat-obatan, terdapat pula kewajiban terkait penyediaan darah melalui PMI. RSUD NTB memastikan akan menyelesaikan tagihan tersebut sesuai ketentuan. “Kami akan siap menyelesaikan sesuai dengan tagihan yang diberikan,” ujarnya.

Adapun sumber dana untuk melunasi sisa Rp 40 miliar lebih tersebut, RSUD NTB mengandalkan pendapatan internal yang dikelola melalui skema Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). 

Dana ini bersumber dari klaim pelayanan pasien, baik pasien umum maupun klaim BPJS Kesehatan. “Dari anggaran rumah sakit, dari anggaran BLUD tentunya, dari klaim pelayanan baik yang dari BPJS maupun umum,” ujar alumni Universitas Moestopo (Beragama) tersebut. 

Kendati rumah sakit masih berjibaku untuk memenuhi kewajibannya, Asrul memastikan kondisi utang tersebut tidak berdampak pada pelayanan kepada masyarakat. Ketersediaan obat-obatan dan layanan kesehatan disebut tetap berjalan normal. “Alhamdulillah tidak terganggu,” kata dia. 

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Pengadaan Alkes RSUD Provinsi NTB Sudah Terealisasi Rp 6,5 Miliar

Pengadaan Alkes RSUD Provinsi NTB Sudah Terealisasi Rp 6,5 Miliar

Pengadaan 26 alkes RSUD NTB senilai Rp21 miliar masih berproses, dengan realisasi Rp 6,5 miliar hingga September 2026.

Operasi STA-MCA Bypass Otak Kini Bisa Dilakukan di RSUD Provinsi NTB

Operasi STA-MCA Bypass Otak Kini Bisa Dilakukan di RSUD Provinsi NTB

RSUD Provinsi NTB sukses melakukan operasi bypass otak STA-MCA, menandai kemajuan layanan bedah saraf kompleks di NTB.

RSUD NTB Turunkan Tim Medis, Atasi Kesehatan Korban Kebakaran Sade

RSUD NTB Turunkan Tim Medis, Atasi Kesehatan Korban Kebakaran Sade

Tim medis RSUD NTB turun mengecek kondisi kesehatan para korban kebakaran yang didominasi wanita paruh baya hingga lanjut usia dan anak-anak

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer