
LombokPost - UNESCO Global Geopark (UGGp) Rinjani menghadapi tantangan menjaga keberlanjutan kawasan wisata di tengah tingginya kunjungan wisatawan.
General Manager (GM) Geopark Rinjani Qwadru Putro Wicaksono mengingatkan, status UGGp bukan sekadar pengakuan internasional. Ini juga membawa tanggung jawab moral dalam menjaga kelestarian kawasan.
“Persoalan pengelolaan sampah atau waste management serta ancaman over-tourism masih menjadi fokus utama manajemen Geopark Rinjani,” jelasnya, Jumat (15/5).
Peningkatan jumlah wisatawan harus diimbangi dengan kesadaran menjaga lingkungan agar keberlanjutan kawasan tetap terjaga. “Status UGGp membawa tanggung jawab moral yang besar. Masalah pengelolaan sampah dan over-tourism tetap menjadi fokus utama manajemen ke depan,” ujar Qwadru.
Baca Juga: Pendaki Asal Sukabumi Meninggal di Rinjani
Data Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) menunjukkan volume sampah dari aktivitas wisata pendakian, mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
Pada 2021, jumlah sampah tercatat 4.736,46 kilogram (kg), meningkat menjadi 9.826,84 kg pada 2022. Angka tersebut kembali naik menjadi 10.050,47 kg pada 2023.
Lonjakan tajam terjadi pada 2024 ketika volume sampah mencapai 40.809,54 kg. Meski mengalami penurunan pada 2025 menjadi 30.359,52 kg, jumlah tersebut masih tergolong tinggi dan menjadi perhatian serius pengelola kawasan.
Volume sampah dari wisata non-pendakian tercatat lebih rendah, namun tetap menunjukkan tren peningkatan. Pada 2021 jumlah sampah tercatat 689,15 kg, kemudian naik menjadi 908,70 kg pada 2022 dan 1.068,06 kg pada 2023.
Puncak kenaikan terjadi pada 2024 dengan volume mencapai 2.446,70 kg sebelum akhirnya turun menjadi 1.197,82 kg pada 2025.
Baca Juga: Menolak Kereta Gantung Rinjani, Menjaga Harga Sebuah Keaslian: Tidak Ada Jalan Instan Menuju Rinjani
Qwadru menilai tantangan utama pengelolaan kawasan wisata saat ini bukan lagi mengejar tingginya angka kunjungan wisatawan. Melainkan memastikan kualitas kunjungan yang memberikan dampak positif terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




