
LombokPost-Badan Gizi Nasional (BGN) tengah mengkaji kebijakan refocusing Program Makan Bergizi Gratis (MBG), termasuk opsi menghentikan pemberian manfaat bagi siswa SMA yang berasal dari keluarga mampu.
Koordinator Wilayah Program MBG Provinsi NTB Eko Prasetyo menegaskan, pihaknya saat ini masih mendata SMA sederajat di Bumi Gora yang dinilai, memiliki mayoritas peserta didik dari kelompok ekonomi atas.
“Kalau sekarang, kami sedang melaksanakan pendataan ya,” ujarnya.
Baca Juga: DPR RI Dorong BGN Batasi Penerima Manfaat, Siap Bentuk Panja Tata Kelola MBG
Wacana refocusing MBG muncul seiring rencana BGN, mengurangi penerima manfaat agar anggaran negara dapat dialokasikan lebih tepat sasaran.
Salah satu opsi yang dikaji adalah menghentikan pemberian makan bergizi gratis kepada siswa SMA yang berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi mampu.
Di NTB, Program MBG saat ini telah menjangkau 1.935.436 penerima manfaat dengan dukungan operasional ratusan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota.
Pada jenjang pendidikan menengah, penerima manfaat terdiri atas 119.957 siswa SMA, ada 33.995 siswa SMK, dan 27.006 siswa Madrasah Aliyah (MA).
Eko menjelaskan, pendataan yang dilakukan di NTB tidak dilakukan kepada seluruh sekolah. Tim di lapangan hanya mengidentifikasi SMA dan SMK yang masuk kategori sekolah, dengan mayoritas peserta didik dari kalangan ekonomi atas.
Pendataan tersebut dilakukan oleh koordinator kecamatan (Korcam) di masing-masing wilayah, dan hasilnya akan disampaikan secara berjenjang kepada pemerintah pusat.
Pendataan tersebut bukan berarti sekolah-sekolah yang berada di kawasan perkotaan, ataupun sekolah yang dinilai memiliki peserta didik dari keluarga mampu otomatis akan dicoret dari daftar penerima manfaat.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




