
LombokPost-Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) NTB Aidy Furqan menegaskan, pentingnya pengelolaan pekerja migran Indonesia (PMI) asal NTB secara menyeluruh.
“Ini untuk memutus siklus kemiskinan yang selama ini masih dialami banyak PMI NTB,” terangnya.
Dari sekitar 4,25 juta penduduk usia produktif di NTB, jumlah pekerja paruh waktu masih tinggi, dan ini menjadi salah satu faktor yang mendorong masyarakat, untuk memilih bekerja ke luar negeri.
Dari kondisi ini, Aidy menyoroti fenomena purna PMI (PASKAR) yang selama ini belum dikelola secara optimal.
Akibatnya, tidak sedikit PMI yang kembali ke daerah asal tanpa memiliki aset produktif, sehingga terpaksa kembali bekerja ke luar negeri.
“Banyak kasus PMI kita pulang lalu kehabisan uang karena manajemen yang konsumtif, lalu terpaksa berangkat lagi,” ungkapnya.
Siklus tersebut harus diputus. Sesuai instruksi Gubernur NTB, pemerintah mengawal perlindungan PMI mulai dari tahap pra-keberangkatan, masa bekerja, hingga kembali ke daerah asal.
“Kita ingin mereka pulang membawa modal usaha atau rumah, bukan kembali miskin,” tegas mantan kepala Dinas Dikbud NT tersebut.
Untuk menekan angka PMI non-prosedural, Pemprov NTB menggandeng Bank NTB Syariah yang berkolaborasi dengan MyBank, guna mengintegrasikan sistem digitalisasi pembiayaan secara daring.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




