Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Rp 35 Miliar Masuk APBD Perubahan untuk Program Desa Berdaya Transformatif

Y
Penulis: Yuyun Kutari❯
SALURKAN BANTUAN: Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal (kiri) berbincang dengan salah satu warga setelah menyalurkan bantuan, di Desa Mangkung, Lombok Tengah, beberapa waktu lalu. (YUYUN/LOMBOK POST)
SALURKAN BANTUAN: Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal (kiri) berbincang dengan salah satu warga setelah menyalurkan bantuan, di Desa Mangkung, Lombok Tengah, beberapa waktu lalu. (YUYUN/LOMBOK POST)

Advertisement

LombokPost-Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengatakan penyusunan KUA-PPAS 2027, berpedoman pada Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027 dengan sejumlah prioritas utama.

“Pastinya untuk pengentasan kemiskinan, penguatan ketahanan pangan, pengembangan industri agro-maritim, serta pariwisata berkelanjutan,” tegasnya apat Paripurna DPRD NTB, Jumat (14/8).

Salah satu perhatian utama pemerintah, kata Gubernur, adalah menjaga tren penurunan kemiskinan secara konsisten sehingga target angka kemiskinan satu digit dapat dicapai pada akhir masa jabatan.

Kepala Bidang Anggaran Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) NTB Rian Priandana menegaskan terkait pengentasan kemiskinan, Pemprov NTB memastikan anggaran bantuan modal usaha untuk Program Desa Berdaya Transformatif, telah diakomodasi dalam APBD Perubahan 2026.  “Sudah kami bahas dan masuk di APBD Perubahan ini,” kata dia.

Adapun kebutuhan anggaran untuk bantuan modal usaha tersebut mencapai lebih dari Rp 35 miliar.

Advertisement

Itu disiapkan untuk 5.024 KK yang telah ditetapkan, sebagai calon penerima dan tersebar di 40 desa miskin ekstrem. 

Sebenarnya, keseluruhan anggaran program Desa Berdaya, telah tersedia di APBD murni 2026. Namun, untuk Desa Berdaya Transformatif, sebelum bantuan diberikan, Pemprov NTB terlebih dulu melakukan verifikasi dan validasi data bagi penerima bantuan agar lebih tepat sasaran.

Rincian penerima itu, nantinya akan dituangkan dalam daftar by name by address (BNBA) pada APBD Perubahan 2026.

“Pemerintah harus memastikan bantuan diberikan kepada penerima yang benar-benar memenuhi ketentuan, nggak bisa kita menyalurkan secara serampangan,” jelasnya.

Setelah disahkan, Pemprov NTB menargetkan bantuan tersebut sudah dapat ditransfer mulai Oktober. Pelaksanaan pemanfaatan modal usaha akan berlangsung selama tiga bulan dengan pendampingan dari pendamping desa dan OPD teknis. 

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Bupati Lombok Utara Ajak Semua Elemen Bekerja Keras Tekan Kemiskinan

Bupati Lombok Utara Ajak Semua Elemen Bekerja Keras Tekan Kemiskinan

Angka kemiskinan di Kabupaten Lombok Utara (KLU) kini berada di kisaran 20,23 persen. Angka tersebut turun signifikan dibandingkan saat kabu

Gubernur NTB Miq Iqbal Kunjungi Desa Berdaya: Menjemput Persoalan, Memastikan Tak Ada yang Tertinggal

Gubernur NTB Miq Iqbal Kunjungi Desa Berdaya: Menjemput Persoalan, Memastikan Tak Ada yang Tertinggal

Bantuan Desa Berdaya Dipakai Pelihara Sapi dan Ayam. Program Desa Berdaya Transformatif menyasar kepala keluarga memperlihatkan pemberdayaan

Sambik Bangkol Akan Manfaatkan Keuangan Desa Berdaya untuk Program Ayam Pedaging

Sambik Bangkol Akan Manfaatkan Keuangan Desa Berdaya untuk Program Ayam Pedaging

Sebanyak 12 desa di Kabupaten Lombok Utara (KLU) menerima bantuan keuangan melalui Program Desa Berdaya. Masing-masing desa akan memperoleh

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer