
LombokPost-Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) NTB memperkuat koordinasi dengan PT Pertamina, untuk menjaga kestabilan pasokan bahan bakar minyak (BBM).
Ini menyusul kelangkaan BBM di sejumlah wilayah di Bali sejak 12 Oktober 2026 akibat kendala teknis kapal pengangkut milik PT Pertamina.
“Setiap saat, saya bisa mengonfirmasi langsung kepada teman-teman Pertamina mengenai kondisi BBM di NTB,” jelas Kepala Dinas ESDM NTB Syamsudin, Kamis (15/10).
Baca Juga: Pertamina Tambah Pasokan Pertalite, Stok BBM Bali Ditarget Capai 48 Juta Liter
Informasi terbaru, kondisi pasokan BBM di NTB hingga saat ini relatif stabil. Meski terjadi antrean di sejumlah titik, kondisi tersebut tidak sampai menimbulkan gangguan berkepanjangan.
“Kalau antrian BBM di NTB relatif lebih bisa terkendali. Sampai sekarang, alhamdulillah, pasokan untuk NTB relatif lebih stabil. Mudah-mudahan kondisi ini bisa terus kita jaga,” jelasnya.
Situasi di Bali menjadi kekhawatiran sejumlah pihak, terutama terkait potensi gangguan pasokan BBM yang dapat berdampak pada daerah lain, termasuk NTB.
Karenanya, koordinasi juga dilakukan langsung oleh Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal dengan menghubungi general manager (GM) Pertamina, apabila terdapat persoalan yang membutuhkan tindak lanjut segera.
Langkah tersebut diharapkan, mempercepat penanganan sesuai tingkat urgensi masalah.
“Jangan sampai kita ketinggalan situasi di lapangan. Alhamdulillah, komunikasi kami dengan Pertamina sangat bagus dan mereka terbuka, apa adanya,” katanya.
Menurut Syamsudin, apa yang terjadi Bali sekarang, sebelumnya pernah di alami NTB, dihadapkan pada situasi antrean panjang BBM sekitar Juli lalu.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




