Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Wagub NTB Minta SMA-SMK Rangkul SMP, Jaga Minat Anak Bersekolah

Y
Penulis: Yuyun Kutari❯
Wagub NTB Indah Dhamayanti Putri (tengah) saat memberi arahan, kepada jajaran Pemda Sumbawa, kepala desa, dan kepala sekolah di sela-sela kunjungan kerja pemantauan program Desa Berdaya Tematik di kantor Desa Ai Dalam, Kecamatan Alas, Sumbawa, Rabu (21/10). (YUYUN/LOMBOK POST)
Wagub NTB Indah Dhamayanti Putri (tengah) saat memberi arahan, kepada jajaran Pemda Sumbawa, kepala desa, dan kepala sekolah di sela-sela kunjungan kerja pemantauan program Desa Berdaya Tematik di kantor Desa Ai Dalam, Kecamatan Alas, Sumbawa, Rabu (21/10). (YUYUN/LOMBOK POST)

Advertisement

LombokPost– Penurunan minat anak untuk bersekolah masih menjadi pekerjaan rumah dalam upaya menekan angka kemiskinan di NTB. Koordinasi antarsekolah perlu diperkuat agar anak-anak tetap melanjutkan pendidikan.

"Kemiskinan tidak hanya berkaitan dengan rendahnya pendapatan masyarakat, tetapi juga dipengaruhi faktor pendidikan dan kesehatan," jelas Wakil Gubernur (Wagub) NTB Indah Dhamayanti Putri.

Penekanan itu disampaikan Wagub Dinda di hadapan jajaran Pemda Sumbawa, kepala desa, dan kepala sekolah di sela-sela kunjungan kerja pemantauan program Desa Berdaya Tematik di kantor Desa Ai Dalam, Kecamatan Alas, Sumbawa, Rabu (21/10).

Advertisement

“Berbicara kemiskinan bukan sekadar masyarakat yang berpenghasilan rendah ditingkatkan penghasilannya. Ada beberapa indikator yang menentukan kemiskinan di suatu tempat. Salah satunya yaitu pendidikan, kesehatan, selain faktor ekonomi,” jelasnya.

Menurut Dinda, minat anak untuk bersekolah harus terus dijaga karena menjadi salah satu aspek yang memengaruhi upaya penurunan angka kemiskinan. 

Advertisement

Dia menyoroti penurunan minat belajar dan minat bersekolah anak usia sekolah, terutama di Lombok Timur, yang masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah.

Karena itu, ia meminta kepala sekolah, khususnya di tingkat SMA dan SMK, memperkuat koordinasi dengan SMP di sekitar wilayah masing-masing. Komunikasi tersebut dinilai penting untuk mendorong keberlanjutan pendidikan anak sekaligus menghapus anggapan adanya sekolah favorit dan sekolah yang kurang diminati.

“Tidak boleh lagi ada istilah sekolah favorit dan ada sekolah yang kurang diminati karena sesungguhnya kembali kepada apa yang kita katakan di awal tadi, yaitu komunikasi,” tegasnya.

Wagub Dinda menambahkan, pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten memiliki kepentingan yang sama dalam meningkatkan kualitas pendidikan. 

Ia berharap visi yang telah ditetapkan dapat dijalankan melalui koordinasi dan komunikasi yang baik antara pemerintah daerah dan satuan pendidikan.

Advertisement
Editor : Rury Anjas Andita
Sumber : Liputan
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

DPRD NTB: Sumbangan Pendidikan Boleh, Jangan Diwajibkan

DPRD NTB: Sumbangan Pendidikan Boleh, Jangan Diwajibkan

Wacana pengaturan sumbangan masyarakat untuk mendukung kebutuhan pendidikan kembali menjadi perhatian DPRD NTB.

Gandeng BKKBN, KPU NTB Gencarkan Pendidikan Pemilih ke Pelajar SMA/SMK 

Gandeng BKKBN, KPU NTB Gencarkan Pendidikan Pemilih ke Pelajar SMA/SMK 

KPU NTB terus menggencarkan pendidikan pemilih ke segemen pemilih pemula. Sasaran utamanya adalah kalangan pelajar SMA/SMK sederajat.

75 Siswa Bintara Resmi Jalani Pendidikan di SPN Belanting, Wakapolda NTB Tekankan Integritas dan Moral

75 Siswa Bintara Resmi Jalani Pendidikan di SPN Belanting, Wakapolda NTB Tekankan Integritas dan Moral

Sebanyak 75 siswa Bintara Polri resmi memulai pendidikan di SPN Belanting Polda NTB. Wakapolda tekankan integritas, moral, dan disiplin.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer