NTB Satu Data Tembus Lima Besar SDGs Action Awards 2026, Gubernur Miq Iqbal Perkuat Pembangunan

LombokPost--NTB Satu Data berhasil menembus lima besar kategori Pemerintah Daerah Provinsi dalam ajang Indonesia’s SDGs Action Awards (SAA) 2026.
Capaian ini menempatkan penguatan tata kelola data sebagai salah satu fondasi strategis NTB dalam mempercepat pembangunan berkelanjutan yang lebih tepat sasaran, terukur, dan berdampak bagi masyarakat.
NTB Satu Data merupakan upaya transformasi cara Pemprov NTB mengelola dan memanfaatkan data.
Informasi yang tersebar di berbagai perangkat daerah dikelola menjadi fondasi bersama dalam merencanakan pembangunan, menetapkan kebijakan, menentukan sasaran program, serta mengevaluasi hasil dan dampak intervensi pemerintah.
Dalam ajang Indonesia’s SDGs Action Awards 2026 yang digelar Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) tersebut, paparan dan wawancara NTB Satu Data disampaikan Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Kominfotik) Provinsi NTB Ahsanul Khalik, yang mewakili Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal.
Pada kegiatan yang digelar di Hotel Pullman Thamrin CBD, Jakarta Pusat, Jumat (23/10) tersebut, Ahsanul Khalik didampingi pejabat teknis dari Bappeda dan Dinas Kominfotik NTB.
Baca Juga: Setelah Pecah Rekor 157 Ribu Penonton, Apa Jadinya jika Prabowo Tak Lanjutkan Ajang MotoGP Mandalika
Pada waktu yang bersamaan, Gubernur NTB menjalankan agenda sebagai salah satu pembicara dalam The 5th World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 di Hotel Indonesia Kempinski Jakarta, yang diselenggarakan Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia.
Dalam presentasi bertema NTB Satu Data: Transformasi Tata Kelola Data untuk Percepatan Pembangunan Berkelanjutan di NTB, Ahsanul Khalik yang akrab disapa Dr. Aka memaparkan bagaimana penguatan tata kelola data dikembangkan sebagai bagian dari upaya Pemprov NTB membangun kebijakan yang semakin terarah, terukur, dan berbasis bukti.
Pesan yang dibawa NTB dalam penilaian tersebut menempatkan data bukan sekadar sebagai produk administrasi atau keluaran teknologi digital, melainkan sebagai fondasi pengambilan keputusan pemerintahan.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




