Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Remitansi PMI Tembus Rp 220 Miliar, NTB Perkuat Perlindungan Lewat Desa Migran EMAS

Y
Penulis: Yuyun Kutari❯
Wagub NTB Indah Dhamayanti Putri (tengah) saat menghadiri Penguatan Kapasitas Aparatur Tingkat Desa mengenai Mobilitas Tenaga Kerja dan Tata Kelola Migrasi untuk Demimas di Mataram, Selasa (27/10). (BIRO UMUM DAN ADPIM SETDA NTB FOR LOMBOK POST)
Wagub NTB Indah Dhamayanti Putri (tengah) saat menghadiri Penguatan Kapasitas Aparatur Tingkat Desa mengenai Mobilitas Tenaga Kerja dan Tata Kelola Migrasi untuk Demimas di Mataram, Selasa (27/10). (BIRO UMUM DAN ADPIM SETDA NTB FOR LOMBOK POST)

Advertisement

LombokPost-Aliran remitansi atau uang kiriman Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke NTB menembus lebih dari Rp 220 miliar per tahun. 

Besarnya aliran uang ini menjadi salah satu alasan pentingnya memastikan proses migrasi tenaga kerja berjalan aman, dan memberikan manfaat bagi pekerja maupun keluarganya.

Wakil Gubernur (Wagub) NTB Indah Dhamayanti Putri mengatakan, sepanjang 2025 lebih dari 35 ribu warga NTB berangkat bekerja ke luar negeri. Lombok Timur, Lombok Tengah, Lombok Barat, dan Lombok Utara menjadi kantong utama pengirim PMI.

Advertisement

“Sepanjang tahun 2025 lalu, tidak kurang dari 35 ribu lebih saudara-saudara kita yang berangkat mengadu nasib ke luar negeri,” ujar Wagub Dinda, sapaan akrabnya, saat membuka kegiatan Penguatan Kapasitas Aparatur Tingkat Desa mengenai Mobilitas Tenaga Kerja dan Tata Kelola Migrasi untuk Desa Migran EMAS (Demimas) di NTB, Selasa (27/10).

Menurutnya, kontribusi PMI terhadap perekonomian daerah terlihat dari remitansi yang mereka kirimkan ke kampung halaman. Uang tersebut membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, membiayai pendidikan anak, hingga membangun rumah keluarga di Pulau Lombok dan Sumbawa. Perputaran uang itu juga menggerakkan usaha kecil, termasuk warung-warung di desa.

Advertisement

Namun, manfaat ekonomi tersebut masih diiringi sejumlah persoalan. Dinda mengingatkan adanya warga yang terbujuk janji calo, berangkat tanpa perencanaan keuangan yang matang, hingga persoalan pengasuhan anak yang ditinggalkan ketika orang tua bekerja di luar negeri.

“Persoalan tersebut menjadi perhatian, dalam penguatan tata kelola migrasi, terutama di desa yang menjadi daerah asal para pekerja,” kata dia.

Menurut Dinda, aparatur desa perlu memiliki pemahaman yang memadai mengenai regulasi dan data calon PMI agar dapat mengantisipasi risiko sejak sebelum keberangkatan, termasuk mencegah penempatan secara nonprosedural.

Upaya itu didorong melalui program Desa Migran EMAS (Demimas), salah satunya dengan memperkuat kapasitas aparatur desa. Dengan kesiapan regulasi dan data awal yang lebih baik, desa diharapkan mampu membantu warganya mengakses informasi migrasi yang benar sekaligus mengurangi risiko persoalan selama proses bekerja ke luar negeri.

Kegiatan tersebut diikuti perwakilan dari 15 desa migran di NTB. Dinda mengapresiasi dukungan kementerian dan lembaga terkait, KP2MI, IOM Indonesia, INFEST, serta berbagai pihak yang telah menginisiasi program tersebut.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Tekan Kasus PMI Non-Prosedural, Disnaker Mataram Imbau Warga Verifikasi Legalitas P3MI

Tekan Kasus PMI Non-Prosedural, Disnaker Mataram Imbau Warga Verifikasi Legalitas P3MI

seluruh warga yang ingin bekerja di luar negeri untuk melapor dan berkonsultasi terlebih dahulu sebelum berangkat

Bank NTB Syariah Kembali Jadi Penyalur KUR Perluas Akses Pembiayaan UMKM dan Pekerja Migran, Akan Terus Bersinergi dengan Pemerintah

Bank NTB Syariah Kembali Jadi Penyalur KUR Perluas Akses Pembiayaan UMKM dan Pekerja Migran, Akan Terus Bersinergi dengan Pemerintah

Bank NTB Syariah resmi kembali menjadi penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR) setelah penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Pembiayaan (PKP) KUR

Anak Pekerja Migran di Jeddah Berharap Program MBG Hadir

Anak Pekerja Migran di Jeddah Berharap Program MBG Hadir

BGN menjajaki peluang MBG di Sekolah Indonesia Jeddah. Dadan Hindayana akan melaporkan rencana SPPG ke Presiden.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer