
LombokPost-Rasio elektrifikasi di NTB mencapai 99,88 persen hingga Triwulan II 2026. Ini sesuai target pemerintah daerah yang tercantum di Rencana Aksi Daerah (RAD) Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) NTB.
“Kalau rasio elektrifikasi harus 100 persen pada 2026 dan 2027,” terang Sekretaris Dinas ESDM NTB Niken Arumdati, Senin (2/11).
Rinciannya, dari jumlah rumah tangga di NTB 1.930.008, ada 1.923.354 rumah tangga telah menikmati listrik dari PLN dan 4.308 rumah tangga menggunakan listrik non-PLN.
Dari 99,88 persen, masih terdapat sekitar 0,12 persen atau 2.346 rumah tangga belum menikmati akses listrik, berdasarkan data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE).
Sumbawa dengan jumlah terbanyak, ada 1.297 rumah tangga. Selanjutnya, Lombok Tengah 317, Lombok Timur 167, Dompu 166, Lombok Barat 164, dan Bima 160 rumah tangga.
Lombok Utara 17 rumah tangga, Sumbawa Barat 22, Kota Bima 22, serta Kota Mataram 14 rumah tangga.
Menurut Niken, konsentrasi rumah tangga yang belum berlistrik di Sumbawa, menjadi salah satu perhatian utama dalam pemerataan akses listrik.
“Intervensi perlu disesuaikan, dengan jumlah rumah tangga sasaran dan kondisi geografis setiap daerah,” kata dia.
Diakuinya, pemerataan akses listrik di NTB masih menghadapi sejumlah kendala. Seperti kondisi geografis, permukiman yang terpencar, keterbatasan jaringan distribusi, serta tingginya biaya investasi infrastruktur, terutama wilayah terpencil dan pulau-pulau kecil.
Ada juga kemampuan ekonomi masyarakat untuk membiayai instalasi dan sambungan listrik juga menjadi tantangan.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




