Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

BBWS Petakan Delapan Titik Prioritas Pengendalian Banjir di Kota Bima

Y
Penulis: Yuyun Kutari❯
Ilustrasi evakuasi banjir. (Chatgpt)
Ilustrasi evakuasi banjir. (Chatgpt)

Advertisement

LombokPost-Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara (NT) I memetakan delapan lokasi prioritas penanganan banjir di kawasan hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Rontu, Kota Bima. 

“Upaya ini kita lakukan untuk mengidentifikasi kebutuhan infrastruktur pengendalian banjir sekaligus mengantisipasi kendala pelaksanaannya,” terang Plt. Kepala BBWS NT I Antonius Suryono, Selasa (3/11)

penguatan koordinasi penanganan banjir dilakukan melalui Focus Group Discussion (FGD) pekerjaan Technical Support Consultant (TSC), berlangsung di akhir Oktober lalu.

Advertisement

Diskusi tersebut membahas kondisi dan permasalahan di delapan lokasi prioritas yang telah diidentifikasi. Dari delapan lokasi tersebut, lima di antaranya direncanakan untuk perlindungan tebing sungai dan pembangunan tanggul. Sementara tiga lokasi lainnya menjadi rencana pembangunan kolam retensi.

Selama FGD tersebut, pihaknya membahas validasi kondisi lapangan, identifikasi kendala teknis dan sosial, serta penyamaan pemahaman antarinstansi terkait rencana pembangunan dan manfaat infrastruktur pengendalian banjir. 

Advertisement

Menurutnya, koordinasi sejak tahap perencanaan diperlukan agar berbagai aspek yang berpotensi menghambat penanganan banjir dapat diketahui lebih awal.

Terlebih, Kota Bima merupakan salah satu wilayah di NTB yang kerap mengalami banjir akibat curah hujan tinggi, luapan sungai, serta keterbatasan sistem drainase. 

Sejumlah aliran sungai yang menjadi perhatian di antaranya Sungai Rabasalo dan Sungai Rontu, termasuk kawasan Bendungan Kodo. Kondisi kawasan perbukitan dan permukiman dengan sistem drainase yang belum memadai juga menjadi bagian dari persoalan yang perlu diperhatikan. 

Sebagai tindak lanjut FGD, BBWS NT I mengarahkan penyusunan matriks prioritas penanganan dan pemetaan kendala di setiap lokasi.

Selain itu, akan ditetapkan kebutuhan koordinasi, pihak yang bertanggung jawab, serta langkah penyelesaian terhadap persoalan yang ditemukan. 

Advertisement
Editor : Rury Anjas Andita
Sumber : Liputan
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Pemkab Lotim Luncurkan Aplikasi Sigumi untuk Mitigasi Bencana Gunung Rinjani

Pemkab Lotim Luncurkan Aplikasi Sigumi untuk Mitigasi Bencana Gunung Rinjani

Pemkab Lombok Timur (Lotim) meluncurkan aplikasi Sistem Informasi Gunung Merapi Inklusif (SIGUMI) sebagai upaya mitigasi bencana alam.

Menatap Aliran Sungai Guntur Macan yang Terancam Bencana, Kiriman Sampah Hantui Ekosistem Sungai

Menatap Aliran Sungai Guntur Macan yang Terancam Bencana, Kiriman Sampah Hantui Ekosistem Sungai

Pemdes memiliki tugas utama mengangkut sampah rumah tangga menuju lokasi TPS. Pelaksanaan pengangkut sampah mandiri disesuaikan penuh desa.

BNPB dan GIZ Rintis Skema Pembiayaan Risiko Bencana Terukur dari NTB untuk Nasional

BNPB dan GIZ Rintis Skema Pembiayaan Risiko Bencana Terukur dari NTB untuk Nasional

Rancangan instrumen keuangan yang berhasil diterapkan di NTB akan menjadi model acuan (benchmark) nasional bagi daerah lain di Indonesia.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer