Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Ekonomi NTB Tumbuh, Tingkat Pengangguran Turun, Pj Gubernur NTB: Perbanyak Kebijakan Pendukung Pertumbuhan Ekonomi

Halil E.D.C • Rabu, 8 Mei 2024 | 09:44 WIB
Lalu Gita Ariadi
Lalu Gita Ariadi

LombokPost-Perekonomian Provinsi NTB mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan, yakni mencapai 4,75 persen. Di saat yang sama, jumlah angkatan kerja terus bertambah, namun tingkat pengangguran terbuka (TPT) justru menurun hingga 0,42 pin.

Berdasarkan data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) NTB, ekonomi NTB pada Triwulan I-2024 tumbuh 4,75 persen dibanding Triwulan I-2023 (y-on-y).

Sementara ekonomi NTB tanpa biji logam pada Triwulan I-2024 mengalami pertumbuhan sebesar 3,01 persen jika dibandingkan dengan triwulan yang sama tahun 2023.

"Ekonomi kita di NTB mengalami pertumbuhan jika dibandingkan pada triwulan 1-2023 dan 2024 yaitu sebesar 4,75 persen," kata Kepala BPS Provinsi NTB Wahyudin saat menyampaikan berita rilis resmi statistik di Aula Tambora BPS NTB.

Perekonomian NTB berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku pada Triwulan I-2024 mencapai Rp 43,66 triliun. Dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp 26,50 triliun.

Dari sisi produksi, lapangan usaha pertambangan mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 12,4 persen. Selanjutnya usaha konstuksi dan administrasi pemerintahan tumbuh masing-masing 9,46 persen dan 8,71 persen.

Sisi pengeluaran, komponen pengeluaran konsumsi LNPRT mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 18,79 persen. Sedangkan konsumsi rumah tangga merupakan komponen dengan andil paling besar, yaitu hampir 58,60 persen.

Sebelumnya, ekonomi NTB pada Triwulan I-2024 terhadap triwulan III-2023 mengalami kontraksi sebesar 1,36 persen (q-to-q).

Dari sisi produksi, lapangan usaha industri mengalami kontraksi tertinggi sebesar 16,6 persen. Selanjutnya lapangan usaha administrasi pemerintahan dan usaha pengadaan air mengalami kontraksi masing-masing sebesar 6,51 persen dan 5,30 persen.

Angkatan Kerja

Sementara itu, berdasarkan data yang dirilis BPS NTB, tingkat pengangguran terbuka (TPT) pada Februari 2024 sebesar 3,30 persen. Jumlah ini turun 0,42 persen poin dibanding Februari 2023.

Padahal, jumlah angkatan kerja pada Februari 2024 sebanyak 3,03 juta orang, mengalami peningkatan sebanyak 163,34 ribu orang dibanding Februari 2023. Sejalan dengan kenaikan jumlah angkatan kerja, tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) juga naik sebesar 2,80 persen poin.

Jumlah penduduk yang bekerja sebanyak 2,93 juta orang, meningkat sebanyak 169,99 ribu orang dari Februari 2023.

Lapangan pekerjaan yang mengalami peningkatan terbesar adalah sektor perdagangan besar dan eceran. Seperti reparasi dan perawatan mobil dan sepeda motor 101,55 ribu orang; konstruksi 35,62 ribu orang; dan penyediaan akomodasi makan dan minum 22,44 ribu orang.

Sebanyak 782,58 ribu orang atau 26,71 persen bekerja pada kegiatan formal, naik 1,06 persen poin dibanding Februari 2023. Sebagian besar penduduk yang bekerja merupakan pekerja penuh atau 61,09 persen. Sementara pekerja paruh waktu dan setengah penganggur masing-masing sebesar 23,50 persen dan 15,41 persen.

Stimulus Ekonomi

Penjabat Gubernur NTB Lalu Gita Ariadi mengatakan perekonomian Provinsi NTB akan terus mengalami pertumbuhan. Untuk mewujudkannya, Pemprov NTB bersama stakeholders terkait akan terus melakukan berbagai kebijakan dan ikhtiar sebagai stimulus pertumbuhan ekonomi.

Di antaranya, belanja pemerintah lebih difokuskan sebagai stimulus perbaikan ekonomi. Sekaligus menciptakan lapangan kerja menyusul jumlah angkatan kerja yang terus meningkat.

“Anggaran pemerintah akan dialokasikan untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi. Termasuk untuk UMKM yang nantinya akan berkontribusi terhadap peningkatan ekonomi,” kata Pj Gubernur NTB Miq Gite.

          Pemprov NTB juga akan menggerakkan ekonomi di sektor industri olahan, jasa pendidikan, dan akomodasi dan makan minum. Hal ini bisa dilakukan dengan memperbanyak kegiatan baik skala daerah dan nasional yang digelar di NTB.

“Itulah pentingnya kita melobi pemerintah pusat agar memperbanyak kegiatan berskala nasional di NTB,” jelas Miq Gite.

Begitu juga dengan masyarakat petani, nelayan, peternak, dan pedagang. Pemprov NTB akan melakukan kebijakan untuk meningkatkan kemampuan sumber daya manusianya, termasuk kualitas dan kuantitas produksi yang dihasilkan.

Di bidang investasi juga demikian. Beberapa perusahaan BUMN maupun swasta akan didorong untuk terus menanamkan modalnya di NTB. “Peningkatan ekonomi juga sangat berkaitan erat dengan investasi. Semakin banyak investasi tentu semakin terbuka lapangan kerja sehingga pada akhirnya meningkatkan ekonomi masyarakat,” katanya. (lil)

 

 

Editor : Haliludin