LombokPost – Pemprov NTB bergerak cepat merealisasikan pembentukan Koperasi Merah Putih (KMP). Baik di tingkat desa maupun kelurahan.
Sampai saat ini, progres pembentukan KMP sudah mencapai 95 persen.
Program yang digagas Presiden Prabowo Subianto itu akan di-launching serentak secara nasional pada 12 Juli nanti.
"Insya Allah dalam 1-2 hari ke depan progres pembentukan Koperasi Merah Putih sudah mencapai 100 persen di NTB," kata Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal dalam acara Dialog Percepatan Musyawarah Desa/Kelurahan Khusus (Mudesus) untuk pembentukan KMP di Pendopo Gubernur NTB, Selasa (3/6).
Momen itu dihadiri langsung Wakil Menteri Koperasi Ferry Juliantono dan Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Didit Herdiawan Ashaf.
Hadir juga para kepala daerah se-NTB. Di antaranya Wali Kota Mataram Mohan Roliskana, Wakil Bupati Lombok Barat (Lobar) Nurul Adha serta Wakil Bupati Lombok Tengah (Loteng) Nursiah.
Gubernur Iqbal menyampaikan Koperasi Merah Putih ditargetkan berdiri di seluruh desa dan kelurahan se-NTB.
Jumlahnya 1.166 desa/kelurahan. Terdiri dari 1.021 desa dan 145 kelurahan. Sehingga total akan ada 1.166 KMP se-NTB.
Dia menegaskan komitmen tinggi NTB untuk menjadikan koperasi sebagai motor ekonomi masyarakat desa dan kelurahan.
Miq Iqbal juga mengungkapkan bahwa NTB menjadi salah satu daerah yang paling awal bergerak dalam menjalankan program tersebut.
"Yang pertama kali mendaftarkan badan hukum Koperasi Merah Putih itu dari NTB, tepatnya di Lombok Tengah. Sosialisasi pertama juga dilakukan di sini. Ini bukti keseriusan kami," ucap Miq Iqbal bangga.
Wakil Menteri (Wamen) Koperasi Ferry Juliantono mengapresiasi Pemprov NTB dan peran aktif pemerintah kabupaten/kota yang secara aktif menyukseskan program itu.
Baca Juga: Lombok Tengah Bentuk 154 Unit Koperasi Merah Putih
Termasuk dengan memberikan subsidi anggaran. Itu dipakai untuk membiayai kegiatan musyawarah hingga pembuatan badan hukum koperasi.
Menurutnya, kehadiran koperasi sangat penting sebagai wadah untuk mengelola potensi ekonomi lokal.
Juga meningkatkan pendapatan masyarakat, dan mewujudkan kemandirian ekonomi desa.
"Koperasi akan kembali menjadi guru ekonomi bangsa Indonesia. Koperasi Merah Putih di setiap desa dan kelurahan akan menjadi solusi ketahanan pangan dan kebangkitan ekonomi lokal," papar Ferry.
Wakil Kota Mataram Mohan Roliskana menyampaikan pihaknya sudah berhasil menuntaskan musyawarah Kelurahan (muskel) untuk membentuk KMP.
Sebanyak 50 kelurahan se-Kota Mataram sudah sepakat untuk membentuk koperasi.
Struktur pengurus juga sudah terbentuk. Mulai dari ketua, wakil ketua, sekretaris dan bendahara.
Para pengurus adalah warga kelurahan setempat yang dibuktikan dengan KTP.
Adapun ketua dewan pengawasan dijabat oleh lurah di masing-masing kelurahan.
"Semua sudah mengajukan akta notaris. Jadi sekarang tinggal menunggu penerbitan akta notaris untuk badan hukum," jelas Mohan.
Bahkan 50 kelurahan ada satu kelurahan yang sudah terbit akta notaris. Yaitu Kelurahan Dasan Cermen, Kecamatan Sandubaya.
Editor : Jelo Sangaji