Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Parade Budaya Pikat Ribuan Pasang Mata Rangkaian Peringatan HUT Ke-80 RI, Akan Jadi Agenda Rutin Setiap Tahun

Lombok Post Online • Rabu, 20 Agustus 2025 | 21:45 WIB

SEMARAK: Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal saat menyaksikan penampilan dari parade budaya NTB di Jalan Pejanggik, Kota Mataram Selasa (19/8). 
SEMARAK: Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal saat menyaksikan penampilan dari parade budaya NTB di Jalan Pejanggik, Kota Mataram Selasa (19/8). 
 

LombokPost – Kota Mataram berubah menjadi lautan manusia.

Ribuan warga dari berbagai elemen tumpah ruah memeriahkan Parade Budaya dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia, Selasa (19/8).

Mulai dari pelajar, pegawai, komunitas seni, hingga OPD se-NTB menampilkan ragam atraksi budaya di sepanjang rute parade yang dimulai dari Islamic Center hingga Kantor Gubernur NTB.

“Parade ini bukan hanya untuk merayakan HUT RI, tapi juga sebagai upaya kita menjadikan acara ini sebagai daya tarik wisata tahunan,” ujar Kepala Dinas Pariwisata NTB Ahmad Nur Aulia.

Tercatat, lebih dari 6.000 peserta ambil bagian. Masing-masing menampilkan ciri khas budaya yang mewakili suku, etnis, dan komunitas mereka.

Tema “Berbudaya” menjadi benang merah acara yang memamerkan kekayaan adat NTB: Sasak, Samawa, dan Mbojo (Sasambo), serta dari luar daerah, seperti Tionghoa dan perwakilan NTT.

Parade dibuka dengan persembahan adat dari Majelis Adat Sasak sebagai simbol dimulainya rangkaian acara.

Suasana makin semarak ketika Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal ikut bergoyang ringan menikmati alunan musik budaya dari atas panggung kehormatan di Taman Sangkareang.

Gubernur hadir didampingi istri yang juga Ketua Dekranasda NTB Sinta Agathia, dan Wakil Gubernur Indah Dhamayanti Putri. Wakil Wali Kota Mataram TGH Mujiburrahman juga hadir menyambut para peserta.

“Parade ini bagus untuk menunjukkan bahwa kita satu. Meskipun berbeda budaya, etnis, dan suku yang ada di NTB,” ungkap Mujiburrahman.

Ia menyebut kegiatan ini bukan sekadar perayaan, melainkan wujud nyata semboyan “lain gubuk lain adat istiadatnya” yang menunjukkan kekayaan budaya sekaligus keharmonisan masyarakat NTB.

Menuju Mataram Karnaval

Aulia menyebut momentum parade ini bertepatan dengan musim ramai kunjungan wisatawan. Karena itu, kegiatan ini diharapkan menjadi magnet wisata budaya yang memperkuat branding NTB sebagai destinasi yang tidak hanya indah, tapi juga kaya akan nilai-nilai budaya.

“Kami ingin wisatawan merasakan atraksi budaya yang berbeda di NTB. Ke depannya, kami bersama Pemerintah Kota Mataram akan meluncurkan Mataram Karnaval sebagai agenda rutin,” tambahnya.

Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post

Selama parade berlangsung, beberapa ruas jalan utama ditutup. Di antaranya Jalan Langko, Udayana, dan Pejanggik. Masyarakat diimbau menggunakan jalur alternatif untuk menghindari kemacetan.

Wakil Wali Kota menegaskan, acara ini harus menjadi agenda tetap setiap tahun. Selain memperkuat silaturahmi, parade budaya juga mengajarkan generasi muda soal pentingnya toleransi dan persatuan.

“Acara seperti ini tentu dipastikan untuk dapat dilakukan tiap tahunnya. Menambah keakraban di antara kita,” pungkasnya. (chi/r3)

Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post
Editor : Pujo Nugroho
#parade budaya #seni #wisata #Sasambo #komunitas