Lombok Post-Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) NTB Masa Khidmat 2025–2030 secara resmi dilantik, dengan mengusung tema Melanjutkan Pengabdian, Menggapai Bukti Bakti, berlangsung di auditorium UIN Mataram, Minggu (14/9).
“Selamat kepada PWNU yang baru saja dilantik, dengan doa semoga ke depan diberikan kemudahan dalam berkhidmat untuk membangun warga nahdiyin, membangun NTB, dan juga membangun umat Islam yang ada di NTB ini,” terang Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal.
Di kesempatan itu, Gubernur mengajak seluruh PWNU NTB untuk berkolaborasi dan saling bersinergi dengan Pemprov NTB, dalam membangun daerah sekaligus memperkuat persatuan dan keutuhan Bangsa.
“Pemprov NTB membuka diri untuk bekerja sama dengan NU demi tujuan yang sama, yakni membangun umat dan daerah,” kata pria asal Lombok Tengah tersebut.
Iqbal juga mengenang pesan mendalam dari seorang ulama kharismatik NU NTB TGH Lalu Muhammad Turmudzi Badaruddin atau Datok Bagu, itu disampaikan kepadanya menjelang pencalonannya dalam Pilgub NTB 2024 lalu.
Datok berpesan, 'Titip NU'. Saya jawab, seharusnya bukan NU yang dititip ke saya, tapi saya yang dititipkan ke NU,” kata Iqbal.
Menurutnya, NU sebagai organisasi Islam terbesar di dunia memiliki sejarah panjang dalam menjaga nilai-nilai tradisi Ahlussunnah wal Jamaah.
Kelahiran NU pada tahun 1926 yang erat kaitannya dengan runtuhnya Kesultanan Ottoman tiga tahun sebelumnya, sebagai titik balik penting bagi para ulama dalam menjaga identitas dan ketahanan umat Islam.
“NU didirikan bukan sekadar organisasi, tapi sebagai benteng pertahanan tradisi dan nilai-nilai Islam moderat. Karena itu, saya titipkan diri saya kepada NU agar bisa bersama-sama menjaga kampung halaman tercinta,” jelas Gubernur.
Menutup pidatonya, Gubernur Iqbal mengutip pesan pendiri NU KH Hasyim Asy’ari bahwa siapa yang menjaga agama dan bangsanya, maka Allah akan menjaganya.
Dengan semangat itu, ia menyatakan keinginannya untuk menjadi bagian dari keluarga besar NU NTB dan bekerja bersama dalam membangun daerah.
“Dengan niat memelihara umat, bangsa, agama, dan kampung halaman ini, saya yakin Allah akan memudahkan langkah kita semua,” pungkasnya.
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf memberikan apresiasi tinggi kepada PWNU NTB. Ia menyebut NTB sebagai salah satu basis jemaah Nahdlatul Ulama yang paling dinamis.
“Dulu kalau bicara tentang basis NU di luar Jawa, orang biasanya menyebut-nyebut wilayah seperti Lampung, Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan. Saya menyaksikan sekarang bahwa basis NU salah satunya adalah NTB,” jelasnya.
Menurutnya, akselerasi perkembangan NU di NTB sungguh luar biasa, berkat kegigihan para kadernya. "Di samping gigih, saya bisa lihat walaupun tidak disuruh sudah koheren dengan sendirinya," puji Gus Yahya, sapaan akrabnya.
Gus Yahya mengingatkan tantangan yang dihadapi NU bukan hanya untuk organisasi itu sendiri, melainkan juga untuk bangsa dan negara. Ia menekankan peran NU sebagai salah satu pendiri bangsa Indonesia.
“Di antara yang berinisiatif untuk berdirinya bangsa, bernama bangsa Indonesia, negara bernama Negara Kesatuan Republik Indonesia ini adalah Nahdlatul Ulama,” tegasnya.
Ketua PWNU NTB Prof Masnun Tahir menegaskan komitmennya untuk tegak lurus dengan PBNU. Ia menekankan pentingnya koherensi kepengurusan, program, visi, dan misi dari tingkat atas hingga bawah.
“Kita harus koheren dari atas sampai bawah, kepengurusannya, kemudian program-programnya, visi misinya juga harus koheren,” jelasnya.
Ia juga menyerukan kepada seluruh jajaran untuk terus bekerja tanpa henti, dan mengingatkan pentingnya sinergi dengan pemerintah daerah dalam menjaga ukhuwah islamiah dan ukhuwah watoniyah.
Editor : Akbar Sirinawa