Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Talkshow Literasi Nasyiatul Aisyiyah NTB Angkat Isu Smart Beauty dan Kecantikan Hakiki

Akbar Sirinawa • Senin, 22 Desember 2025 | 08:03 WIB

 

Talkshow yang digelar Nasyiatul Aisyiyah.
Talkshow yang digelar Nasyiatul Aisyiyah.

LombokPost-Nasyiatul Aisyiyah Nusa Tenggara Barat menggelar Talkshow Literasi dan Pemberdayaan Perempuan dalam rangka menyemarakkan Milad Muhammadiyah ke-113 sekaligus menyambut Hari Ibu Nasional 2025. 

Kegiatan tersebut berlangsung pada 20 Desember 2025 di Aula Rektorat Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT).

Talkshow bertema “Empowered Beauty, Inspiring Change” ini menghadirkan Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Yogi Abaso Mataram yang mengulas isu Smart Beauty, serta Prof Nikmatullah selaku LPPA PWA NTB yang membahas literasi kecantikan dari perspektif surgawi. 

Peserta talkshow berasal dari delegasi lintas Ortom Muhammadiyah yang terdiri dari mahasiswa, para istri, serta ibu-ibu Nasyiatul Aisyiyah yang bersentuhan langsung dengan kajian literasi dan pemberdayaan perempuan.

Ketua Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah NTB Miftahul Jannah dalam sambutannya menegaskan, bahwa penyelenggaraan talkshow ini ditujukan untuk memberikan edukasi kepada perempuan muda dan ibu muda.

Ia menyoroti kondisi kehidupan saat ini yang dinilai semakin carut marut, terutama akibat maraknya informasi di media sosial yang tidak sarat literasi.

Miftahul Jannah juga menegaskan bahwa peran sebagai istri maupun ibu tidak seharusnya membatasi ruang gerak perempuan, termasuk dalam mengakses pelayanan ilmu pengetahuan.

Ia berharap kegiatan ini dapat memberikan pencerahan dan berkontribusi dalam membangun peradaban yang lebih baik.

Dalam paparan yang disampaikan, terungkap bahwa saat ini masih banyak perempuan yang mengonsumsi produk skincare dan kosmetik berbahaya, serta makanan yang tidak jelas komposisinya, sehingga unsur kebaikannya pun tidak diketahui. 

"Kondisi tersebut kerap dianggap sepele hingga akhirnya menimbulkan dampak yang tidak diinginkan," katanya. 

BPOM Mataram menemukan sebanyak 4.004 produk kosmetik ilegal senilai Rp 377,9 juta di wilayah Lombok, serta empat titik distribusi pangan yang memproduksi kerupuk menggunakan boraks. 

Angka tersebut dinilai tidak sedikit jika dilihat dari sisi kesehatan manusia. Di sisi lain, perempuan juga masih banyak yang tenggelam dalam kebingungan dalam mendefinisikan makna kecantikan yang hakiki.

Dalam materinya, Yogi Abaso Mataram menekankan bahwa cantik adalah ketika perempuan mampu menjadi konsumen yang cerdas dalam mengonsumsi obat dan makanan. Sementara itu, Prof Nikmatullah menegaskan bahwa kecantikan sejati tidak semata-mata ditentukan oleh apa yang digunakan atau dikonsumsi, melainkan dilandasi oleh ilmu pengetahuan, kecerdasan emosional, serta kecerdasan spiritual.

Pada sesi penutup, talkshow diisi dengan demo beauty dari Wardah Lombok sebagai media partner literasi. 

Kegiatan tersebut membahas praktik langsung manifestasi kecantikan fisik. Wardah Lombok juga menggelar bazar sebagai brand lokal kosmetik halal dan aman, sekaligus memberikan edukasi terkait tata cara penggunaan skincare dan make up yang halal serta aman.

Tiga sesi talkshow yang memadukan teori dan praktik ini disambut antusias oleh para peserta. Mereka mengaku terkejut dengan berbagai pengetahuan baru yang diperoleh, karena hal-hal yang selama ini dianggap remeh ternyata memiliki dampak besar dalam kehidupan sehari-hari.

Editor : Akbar Sirinawa
#nasyiatul aisyiyah #kecantikan #bppom